Alami Gangguan Jiwa, Pembunuh Ayah Kandung di Bekasi Bebas Jeratan Hukum, Ibunya Bilang Cuma Depresi

Suherman (35) bebas dari jeratan hukum setelah dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, seusai hasil pemeriksaan tes kejiwaannya keluar.

Alami Gangguan Jiwa, Pembunuh Ayah Kandung di Bekasi Bebas Jeratan Hukum, Ibunya Bilang Cuma Depresi
Tribunnews.com
ILUSTRASI 

PEMBUNUH ayah kandung di Kampung Kobak Sumur, RT 1/4, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi pada 31 Agustus 2018, dikembalikan kepada keluarganya.

Suherman (35) bebas dari jeratan hukum setelah dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, seusai hasil pemeriksaan tes kejiwaannya keluar.

"Dari hasil pemeriksaan, kesimpulannya Suherman mengalami gangguan jiwa."

22 dari 26 Korban Tewas Akibat Kerusuhan di Wamena Warga Pendatang

"Tidak mengerti dan memahami permasalahan hukum."

"Serta membutuhkan pengobatan dan pengawasan ketat," ujar Kapolsek Sukatani AKP Taifur, Rabu (25/9/2019).

Karena hasil pemeriksaan Suherman mengalami gangguan jiwa, maka Suherman tidak bisa dijerat.

KAPOLRI Sebut KNPB Dalang Kerusuhan di Wamena yang Akibatkan 26 Warga Tewas

Hal itu sesuai aturan hukum, di mana orang yang mengidap gangguan jiwa tak dapat diadili.

"Apabila Suherman tidak dinyatakan mengalami gangguan jiwa, setidaknya dia bakal dijerat Pasal 340 juncto 338 KUHP."

"Tapi ini alami gangguan jiwa, jadi tidak bisa dijerat hukum," jelas Kapolsek.

Akan tetapi, ia meminta pihak keluarga lebih ketat lagi mengawasi Suherman, dan rutin melakukan pengobatan.

ADA Demonstrasi Mahasiswa di Depan MPR/DPR, Ini Pengalihan Rute Bus TransJakarta

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved