Berita Video

VIDEO: Petugas Bongkar Rumah di Bintaro Berdiri di Atas Gang Jalan Umum

Terduduk lemas di sofa lantai dua rumahnya, Reffy hanya bisa memandangi belasan anggota Satpol PP Jakarta Selatan yang mulai menghancurkan tembok dan

VIDEO: Petugas Bongkar Rumah di Bintaro Berdiri di Atas Gang Jalan Umum
Warta Kota
Petugas Bongkar rumah di Bintaro berdiri di atas gang jalan umum 

Berdiri tegak menjulang di atas gang, rumah tinggal milik Reffy Panjaitan (57) warga di Jalan Bintaro Permai 4 RT 08/09 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan akhirnya dibongkar petugas Satpol PP Jakarta Selatan pada Selasa (24/9/2019). Dirinya terkejut rumah yang dibangunnya dengan jerih payah itu kini hancur berantakan.

Terduduk lemas di sofa lantai dua rumahnya, Reffy hanya bisa memandangi belasan anggota Satpol PP Jakarta Selatan yang mulai menghancurkan tembok dan lantai rumah yang baru dibangunnya.

Pegawai Tata Usaha Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 267 Cipulir itu tidak dapat berkata-kata, tatapannya kosong memandang dinding berbata hebel serta coran beton miliknya dibongkar petugas.

Dirinya mengaku jika pembangunan rumah memang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pelanggaran terkait pembangunan lantai di atas gang yang menghubungkan kedua rumahnya itu pun diakuinya tidak dipahaminya.

Karena ketidaktahuannya itu, Reffy mengaku mengabaikan sejumlah Surat Peringatan hingga Surat Pembongkaran bangunan yang telah diterima sebelumnya. Sebab menurutnya, lahan miliknya bebas dibangun selama tidak mengambil lahan orang lain.

"Nggak, nggak tahu saya. Pikiran saya kalau tanah saya, nggak ada tanah orang, ya saya bangun. Nggak minta ijin, begitu kan? Nggak tahu. Karena ada masyarakat yang protes, 'ini salah', katanya gitu, udah, kalau salah yaudah bongkar," ungkapnya lirih.

Oleh karena itu, dirinya mengizinkan pihak petugas Satpol PP Jakarta Selatan untuk membongkar rumahnya. Sebab, penghalauan ataupun penyesalan menurutnya tidak akan menghapus kesalahan atas pelanggaran yang diperbuatnya.

Walau diakuinya, dirinya mengalami kerugian hingga sebesar Rp 300 juta atas pembongkaran. Sementara dirinya harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk merapikan rumahnya kembali.

"Kalau salah, yaudah bongkar, nggak papa, saya nggak mau ambil pusing lah. Habis mau diapain, mau ditangisi juga nggak ada gunanya, paling dirapihin, cuma duitnya sekarang belum ada, habis. Nanti doakan lah kalau ada duit saya nanti," ungkapnya.

Sikap Reffy yang kooperatif membuat proses penertiban bangunan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Jakarta Selatan, Luasman Manihuruk itu berjalan lancar. Petugas mulai merobohkan satu per satu tembok yang menutup tiga lantai bangunan di atas gang.

Usai menggugurkan tembok, bermodalkan palu godam dan pahat beton, petugas menghancurkan lantai beton setebal 15 cm yang menghubungkan kedua rumah milik Reffy. Tidak berlangsung lama, lantai beton hancur hingga menyisakan rangka besi yang segera dipotong petugas dengan menggunakan gunting baja.

Proses pembongkaran terpantau berlangsung kondusif, petugas berhasil memutus lantai penghubung yang berada di persis di atas gang. Walau begitu, penertiban terpaksa diakhiri sekira pukul 12.30 WIB, lantaran Reffy telah membuat surat pernyataan untuk membongkar seluruh lantai dan bagian rumah yang berdiri di atas gang secara mandiri.

Pernyataan tersebut pun mengakhiri proses pembongkaran rumah tinggal berlantai tiga milik Reffy. Belasan petugas Satpol PP Jakarta Selatan kemudian meninggalkan lokasi dengan kondisi rumah sebagian hancur dengan puing berserakan.

"Pemilik rumah bersedia membongkar bangunannya secara mandiri, kita persilahkan. Tetapi kita beri waktu beberapa hari ke depan dan kita awasi hingga bangunan benar-benar sesuai dengan ketentuan," ungkapnya Luasman. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved