Unjuk Rasa Mahasiwa

Ratusan Mahasiswa Universitas Islam 45 dari Bekasi Ikut Demo ke Gedung DPR/MPR

Saat ini ratusan mahasiswa Unisma itu terlebih dahulu berkumpul di depan kampusnya, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ratusan Mahasiswa Universitas Islam 45 dari Bekasi Ikut Demo ke Gedung DPR/MPR
Wartakotalive/Muhammad Azzam
Ratusan mahasiswa Universitas Islam '45 (Unisma) Kota Bekasi bakal ikut bergabung dengan massa aksi mahasiswa lainnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019) siang. 

Ratusan mahasiswa Universitas Islam 45 (Unisma) Kota Bekasi bakal ikut bergabung dengan massa aksi mahasiswa di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019) siang.

Saat ini ratusan mahasiswa Unisma itu terlebih dahulu berkumpul di depan kampusnya, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Mereka berkumpul sejak pukul 08.00 dan siap berangkat menuju ke Gedung DPR RI di Senayan.

Ratusan mahasiswa itu memakai almater Unisma dan atribut lengkap mulai dari bendera, spaduk maupun ikat kepala.

5 Fakta Ketua BEM UI yang Viral Karena Sebut DPR RI Sebagai Dewan Pengkhianat Rakyat

Koordinator Lapangan (Korlap) Fuad Wahyudin mengatakan ada sekitar 300 mahasiswa Unisma dan mahasiswa lain yang bergabung menuju ke gedung DPR.

"Rencana kita pakai bus, cuman karena di terminal tadi enggak dapat , jadi kita coba buat ini (nyarter)," kata dia, Selasa (24/9/2019).

Sebelum bergabung, Fuad menuturkan Aliansi Mahasiswa Unisma akan lebih dulu menuju Istana Merdeka untuk memperingati Hari Tani.

Setelah itu, mereka akan long march menuju Gedung DPR/MPR RI bergabung dengan mahasiswa lainnya.

Jalan Depan Gedung DPR/MPR Ditutup karena Unjuk Rasa Mahasiswa, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

Adapun tuntutannya sama dengan aksi mahasiswa kemarin. Yakni membatalkan revisi UU KPK dan RKHUP.

"Tuntutan kita sama, tapi ada tambahan tuntutan lain dalam memperingati Hari Tani kita membawa beberapa tuntutan yaitu yang pertama wujudkan reforma agraria sejati, kedua tolak segala hukum yang memang tidak pro terhadap rakyat. ketiga stop kriminalisasi terhadap pejuang-pejuang HAM," tandasnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved