Breaking News:

Berikan Jaminan Kepastian Hukum, Menag Terbitkan PMA tentang Litbang Diklat

PMA ini merupakan legacy dari Pak Menteri, karena sudah lebih dari 1 dekade tidak ada regulasi mengenai litbang diklat.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Ichwan Chasani
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan saat membuka kegiatan Ekspose Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dan Peluncuran Quran in Word di Jakarta, Selasa (24/9/2019). 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2019 yang berlaku sejak 12 September. Penerbitan  PMA 18/2019  itu untuk lebih memberikan jaminan kepastian hukum.

"Yang melatarbelakangi (penerbitan PMA 18/2019—red) itu adalah, selama ini kita perlu lebih memberikan jaminan kepastian hukum kepada para pegiat penelitian, kelitbangan, dan kediklatan. Itu tidak hanya di lingkungan Kementerian Agama, tapi di semua kementerian/lembaga," ungkap Menag Lukman Hakim Saifuddin usai membuka kegiatan Ekspose Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dan Peluncuran Quran in Word di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Harapannya, sambung Menag, dengan adanya PMA 18/2019 itu akan semakin memotivasi para pegiat penelitian, kelitbangan, dan kediklatan, untuk lebih meningkatkan kapasitasnya dalam bekerja di dunianya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan (Balitbang dan Diklat) Kementerian Agama Abdurrahman Mas'ud mengatakan PMA 18/2019 itu menjadi titik tolak penting bagi kegiatan riset di Kementerian Agama setelah sekian lama tidak ada peraturan yang menjadi payung hukum kegiatan penelitian.

“Alhamdulillah, Menag sudah menandatangani PMA tentang Litbang dan Diklat dan sudah diperundangkan oleh Kemenkumham, sejak 12 September kemarin. Ini merupakan legacy dari Pak Menteri, karena sudah lebih dari 1 dekade tidak ada regulasi mengenai litbang diklat,” ujarnya.

Abdurrahman Mas’ud menambahkan Balitbang Diklat Kemenag memiliki peran menyediakan data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bagi stakeholder di lingkungan Kemenag untuk membuat kebijakan, juga menyelenggarakan penelitian dan pelatihan bagi ASN.

Luncurkan aplikasi

Terkait kegiatan ekspose Balitbang Diklat Kemenag itu, lanjut Abdurrahman, tujuan utamanya adalah untuk mensosialisasikan hasil Pelitbangan dan kebijakan kepada stakeholder Kemenag, dan juga mendesiminasikan hasil-hasil Pelitbangan agar produk yang dihasilkan dapat dinikmati dan digunakan khalayak.

“Harapan kami, dengan kegiatan ekspose ini hasil Pelitbangan dan Kediklatan Kemenag dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera lahir batin melalui penetapan kebijakan berbasis riset. Hasil riset tidak berhenti di perpustakaan namun benar-benar dinikmati masyarakat luas dalam membantu memecahkan problem sosial kemasyarakatan dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

Pada ekspos ini juga disertai pameran serta launching Quran In Word, yaitu aplikasi yang memudahkan pengutipan ayat Al Qur’an sesuai standar Kemenag, saat mengetik di Microsoft Office Word .

Aplikasi itu bisa diunduh gratis lewat lajnah.kemenag.go.id secara gratis itu membantu pengutipan ayat Al Qur'an. “Quran in Word ini sudah dikunjungi tidak kurang 18.500 sampai kemarin,” kata Abdurrahman Mas’ud.

Naskah dalam Quran in Word menggunakan font Utsmani. Di dalamnya juga terdapat terjemah Quran Kemenag tahun 2002 dan tafsir kitab suci umat Islam. Aplikasi ini juga dilengkapi terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tafsir wajiz (ringkas) dan tafsir tahlili Kemenag.

Aplikasi ini juga sudah diverifikasi Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Kemenag sehingga dapat dipertangungjawabkan kualitasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved