Warga Kabupaten Tangerang Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 2,4 Juta Demi Bisa Mandi Pakai Air Bersih

SULASTRI (37) tampak menggerutu di belakang halaman rumahnya. Warga Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini kelimpungan mendapatkan air bersih.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Warga Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang harus menghemat air bersih untuk mencuci piring dan kebutuhan lainnya, karena kekeringan di musim kemarau. 

SULASTRI (37) tampak menggerutu di belakang halaman rumahnya.

Warga Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini kelimpungan mendapatkan air bersih.

Terlebih, saat ini memasuki puncak kemarau.

Melenggang ke Senayan, Segini Gaji yang Bakal Diterima Mulan Jameela Sebagai Anggota DPR

Ibu beranak dua itu pun merasa galau.

Sebab, air bersih di rumahnya tak ada sama sekali.

Ia dan warga sekitar biasanya menggunakan air sumur.

MUI Keluarkan Fatwa Haram Bakar Hutan dan Lahan, Maruf Amin Akui Hal Itu Tak Cukup

Saat ini sumur tersebut pun mengalami kekeringan parah.

Sulastri harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dirinya terpaksa membeli air bersih kepada para pedagang yang melintas membawa jeriken menggunakan gerobak.

DITAWARI Jabatan Menteri oleh Jokowi, Adian Napitupulu Empat Kali Bilang Ampun Pak Presiden

Kocek yang dikeluarkan wanita berusia 37 tahun ini pun sangat besar.

"Saya dalam sehari saja itu beli air 7 jeriken ukuran besar."

"Dalam 1 jeriken harganya Rp 3.000, itu juga masih kurang," ujar Sulastri kepada Wartakotalive di Kompleks Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, akhir pekan kemarin.

KPK Selamatkan Rp 28,7 Triliun Uang Negara, Paling Banyak dari DKI Jakarta

Menurutnya, 1 jeriken tersebut berisikan air sekitar 19 liter.

Ia harus pandai-pandai menghemat air untuk digunakan keperluan sekeluarga.

"Di rumah itu ada 4 orang. Saya, suami, sama anak saya dua. Air jadinya harus diirit-irit," ungkapnya.

Kesimpulan ICW: Pemerintah dan DPR Dendam Sehingga Kebut Revisi UU KPK dalam Dua Minggu

Sulastri mengaku sudah lebih dari dua bulan ini warga mengalami kesulitan air bersih.

Bahkan, keluarganya pun jarang mandi akibat persoalan ini.

"Ya kalau mau mandi wajib beli air. Kalau enggak, ya enggak bisa mandi."

JANGAN Nekat! Penyerobot Jalur Sepeda Bakal Didenda Rp 500 Ribu!

"Kami sekeluarga saja mandi sehari sekali," kata Sulastri.

"Suami saya tidak pernah mandi di rumah, mandinya di bengkel tempat kerjanya."

"Kalau saya mandi siang hari sekali dalam sehari."

INI Pasal yang Mengatur Napi Boleh Pulang ke Rumah dan Pelesiran ke Mal di Revisi UU Pemasyarakatan

"Anak-anak juga mandinya kalau pagi-pagi aja berangkat sekolah," sambungnya.

Sulastri berharap ada uluran bantuan pemerintah dalam permasalahan tersebut.

Terlebih, lokasi kediamannya berdekatan dengan Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Ditanya Perkembangan Kasus Novel Baswedan, Polri: Sabar, Tim Teknis Bekerja Keras Setiap Detik

"Dapat bantuan air baru dua kali. Ada mobil tangki datang ke sini."

"Itu juga sudah lama, kemudian tidak ke sini-sini lagi," papar Sulastri.

Hal senada diungkapkan oleh Joko (50), Ketua RT 02 RW 06 Blok H Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

‎Bamsoet Ungkap DPR Ditekan Negara-negara Eropa Saat Bahas Pasal LGBT di RUU KUHP

Joko menjelaskan, warganya saat ini memang kesulitan memperoleh air bersih.

"Kami kan biasa pakai air tanah. Musim kemarau air kering. Jadinya tidak ada sama sekali dan harus beli," beber Joko.

Joko bahkan dalam sehari menghabiskan Rp 80 ribu untuk membeli air bersih.

Video Mesum Perempuan Berseragam ASN Dibikin Sebagai Kenangan Dua Guru Pernah Bercinta

Jika dikalian sebulan, maka ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp 2,4 juta.

"Saya sehari Rp 80.000 beli air itu. Keperluannya kan banyak."

"Anak-anak juga banyak. Makanya pusing ini," tutur pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan tersebut.

Sempat Serahkan Mandat, Kini Lima Pimpinan KPK Tegaskan Tetap Bertugas Hingga Diberhentikan Presiden

Menurutnya, pihak PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang telah membuka pendaftaran untuk melakukan pemasangan jaringan pipa di wilayah Sudirman, Tigaraksa.

Dia pun berharap program tersebut dapat segera terealisasi.

"Semoga tidak janji-janji terus seperti kemarin, dan bisa dipasang pelayanan air bersihnya," harap Joko.

Setelah Tunjuk Plt Menpora, Jokowi Segera Cari Pengganti Puan Maharani dan Yasonna Laoly

Sementara, Manajer PDAM TKR Kabupaten Tangerang, Samsudin Sidik mengatakan, pihaknya tengah melakukan penjajakan untuk melakukan pemasangan jaringan pipa di lokasi tersebut.

Hingga kini, warga tengah didata.

"Pendataan kalau warga yang mau masang dibuka sampai akhir September ini."

Perempuan Berseragam ASN Tak Tahu Direkam Selingkuhannya, Terjadi Saat Jam Istirahat Mengajar

"Kalau tidak ada halangan, Desember 2019 sudah bisa airnya dialirkan," bilang Samsudin.

Ia mengungkapkan, pemasangan jaringan pipa di kawasan Sudirman, Tigaraksa sedang dilakukan.

Hal ini dilakukan agar proses pengerjaan berjalan cepat dan lancar.

Tak Cuma Merampok, KKB Aceh Juga Sebarkan Pesan yang Tak Sejalan dengan NKRI

"Kalau ada warga yang memang kesulitan memperoleh air bersih, bisa lapor ke kami. Biar kami bantu."

"Caranya bisa pengajuan surat ke kantor PDAM dan hubungi ke kontak call center," paparnya. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved