Warga Kabupaten Tangerang Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 2,4 Juta Demi Bisa Mandi Pakai Air Bersih

SULASTRI (37) tampak menggerutu di belakang halaman rumahnya. Warga Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini kelimpungan mendapatkan air bersih.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Warga Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang harus menghemat air bersih untuk mencuci piring dan kebutuhan lainnya, karena kekeringan di musim kemarau. 

"Saya dalam sehari saja itu beli air 7 jeriken ukuran besar."

"Dalam 1 jeriken harganya Rp 3.000, itu juga masih kurang," ujar Sulastri kepada Wartakotalive di Kompleks Sudirman, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, akhir pekan kemarin.

KPK Selamatkan Rp 28,7 Triliun Uang Negara, Paling Banyak dari DKI Jakarta

Menurutnya, 1 jeriken tersebut berisikan air sekitar 19 liter.

Ia harus pandai-pandai menghemat air untuk digunakan keperluan sekeluarga.

"Di rumah itu ada 4 orang. Saya, suami, sama anak saya dua. Air jadinya harus diirit-irit," ungkapnya.

Kesimpulan ICW: Pemerintah dan DPR Dendam Sehingga Kebut Revisi UU KPK dalam Dua Minggu

Sulastri mengaku sudah lebih dari dua bulan ini warga mengalami kesulitan air bersih.

Bahkan, keluarganya pun jarang mandi akibat persoalan ini.

"Ya kalau mau mandi wajib beli air. Kalau enggak, ya enggak bisa mandi."

JANGAN Nekat! Penyerobot Jalur Sepeda Bakal Didenda Rp 500 Ribu!

"Kami sekeluarga saja mandi sehari sekali," kata Sulastri.

"Suami saya tidak pernah mandi di rumah, mandinya di bengkel tempat kerjanya."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved