Kebakaran

Sebanyak 452 Orang Kehilangan Rumah Saat Si Jago Merah Mengamuk di Jatinegara

"Di sana tergolong lingkungan yang padat penduduk. Selain itu sumber air pun sulit didapat. Total kerugian mencapai Rp 2 miliar."

Sebanyak 452 Orang Kehilangan Rumah Saat Si Jago Merah Mengamuk di Jatinegara
Warta Kota/Rangga Bhaskoro
Petugas sedang berusaha memadam api saat terjadi kebakaran di permukiman padat penduduk di Jalan Kemuning, Jatinegara, Sabtu (21/9/2019) dini hari. 

Kebakaran besar melanda di Jalan Kemuning, Jatinegara, Sabtu (21/9), sekitar pukul 00.47 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak ratusan rumah ludes dilahap si jago merah yang mengamuk di Kelurahan Bali Mester dan Rawa Bunga.

Kasiops Suku Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman menjelaskan, korban yang terdampak atas musibah kebakaran itu  berjumlah ratusan jiwa.

"Jumlah rumah korban yang terdampak kebakaran ada 159 KK (kepala keluarga) dan 452 jiwa," ucap Gatot saat dikonfirmasi.

Rinciannya, sebanyak 103 rumah yang dihuni oleh 133 KK dan 380 jiwa terdampak kebakaran di Kelurahan Rawa Bunga. Korban mayoritas tinggal di RW 01, tepatnya di RT 003 dan 004.

World Cleanup Day Indonesia Dipusatkan di Hutan Kota Bekasi, Target 13 Juta Relawan

Sedangkan di Kelurahan Bali Mester, kebakaran menghanguskan sebanyak 26 rumah yang dihuni oleh 26 KK dan 72 jiwa di RT 09/06.

"Luas lahan yang terbakar kurang lebih 3.450 meter persegi. Penyebabnya diduga karena korsleting listrik," kata Gatot Sulaeman.

Sebanyak 22 mobil pemadam kebakaran diterjunkan dalam upaya pemadaman api. Jumlah personel yang dikerahkan mencapai 110 personel.

Area kebakaran yang luas itu menyebabkan tim baru bisa memadamkan api sekitar lima jam kemudian atau sekitar pukul 06.47 WIB.

7 Minuman Terbaik Untuk Menurunkan Berat Badan, Minuman Apa yang Anda Sukai?

Cara Menurunkan Berat Badan, Makan Semua Sarapan Anda!

Selain itu, petugas pemadam kebakaran juga mengalami kendala saat proses pemadaman api berlangsung.

"Di sana tergolong lingkungan yang padat penduduk. Selain itu sumber air pun sulit didapat. Total kerugian mencapai Rp 2 miliar," tutur Gatot Sulaeman.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved