Berita Video

VIDEO: Aksi Kamisan ke 602, Presiden Jokowi Tetap Tidak Melirik

"Kamis ini ‎aksi yang ke 602, tetap saja kasus pelanggaran HAM berat tidak dilirik. Bahkan penuntasannya tidak ada.

VIDEO: Aksi Kamisan ke 602, Presiden Jokowi Tetap Tidak Melirik
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ilustrasi kamisan 

Ratusan orang berpakaian hitam berkumpul melingkar di sebrang Istana Negara Jakarta, tempat Presiden Jokowi berkantor, Kamis (5/9/2019) sore.

Mereka berbaur baik yang sudah beruban maupun yang muda hingga beberapa yang masih menggunakan seragam Sekolah Menengah Atas atau SMA.

Dengan menenteng poster tuntutan aksi serta payung hitam khas aksi Kamisan, mereka terus memekikan : Hidup Korban, Jangan Diam, Lawan.... Lawan, Jangan Diam.

Aksi sore ini, merupakan aksi ke 602 yang digelar di depan Istana Negara. Tuntutannya tetap sama, meminta Presiden Jokowi menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat.

"Kamis ini ‎aksi yang ke 602, tetap saja kasus pelanggaran HAM berat tidak dilirik. Bahkan penuntasannya tidak ada. Tidak ada yang mau lihat lagi ke pelanggaran HAM berat. Mungkin bagi mereka, ya sudah lah. Tapi kita tetap menuntut," ucap orator aksi melalui pengeras suaranya.

Selain menyuarakan tuntutan, aksi Kamisan juga diisi dengan refleksi soal kasus pelanggaran HAM masa lalu dari perwakilan KontraS dan YLBHI.

Sederet isu-isu baru juga ditampilkan seperti revisi UU KPK yang telah disahkan oleh DPR hingga penolakan RKUHP yang hari ini dibahas oleh anggota dewan.

"Hari ini teman-teman kita juga bergabung dengan mahasiswa di DPR, protes RKUHP. Wakil rakyat tidak punya sensitivitas pada keinginan publik.‎ Tidak ada kata lain, kita harus lawan. Dengan RKUHP disahkan, teman-teman mungkin bisa jadi korban, kita semua bisa dipidana," tambah orator aksi.

Lanjut orator yang lain, Nining memprotes keras langkah pemerintah yang telah menangkap puluhan aktivis. Menurutnya kekuasaan hari ini adalah yang paling korup.

Di sela-sela orasi, perwakilan Kamisan mendapat informasi Presiden Jokowi bakal melintas meninggalkan Istana Negara dari pintu persis di depan taman pandang Monas.

Langsung saja, orator aksi meminta ratusan masa Kamisan untuk membuat barisan agar aksi mereka dilihat langsung oleh Presiden Jokowi.

"Infonya Pak Jokowi mau lewat, aku merapat. Biar aksi kita didengar dan dilihat langsung," teriak orator.

Peserta aksi langsung berbaris menghadap ke Istana Negara, membentangkan spantuk berisi tuntutan mereka lebar-lebar.

Menunggu beberapa menit, rupanya Jokowi putar arah. Dia tidak keluar dari pintu depan taman pandang Monas.

"Teman-teman, Jokowi batal lewat sini. Mungkin sudah diberi tahu kalau di depan ada aksi Kamisan. Jadi dari pada kita menunggu yang tidak jelas, lebih baik kita lanjut aksi lagi, membentuk lingkaran," pinta orator aksi.(*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved