Investasi

Menambah Ragam Investasi, Bappebti Akan Bikin Reksadana Bursa Berjangka

Bappebti tengah sibuk menggodok peraturan pembentukan lembaga Pengelola Sentra Dana Berjangka (PSDB).

Menambah Ragam Investasi, Bappebti Akan Bikin Reksadana Bursa Berjangka
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Aturan PSDB belum pernah hadir sejak UU PBK diberlakukan, padahal pembentukan sentra berjangka menjadi salah satu mandat dari awal terbentuknya UU.

Untuk itu, pihaknya masih dalam tahap mulai menyusun dan mencari berbagai masukan dari berbagai pihak sebelum PSDB dirilis.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Untuk menambah ragam pilihan instrumen investasi Tanah Air, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tengah sibuk menggodok peraturan pembentukan lembaga Pengelola Sentra Dana Berjangka (PSDB).

Upaya tersebut sekaligus untuk merealisasikan mandat dalam Undang-Undang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan sudah menjadi wacana sejak lama.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi menjelaskan pihaknya tengah menggodok peraturan mengenai PSDB.

Ternyata Pemilik Amazon Juga Investor Ulung, Bagaimana Cara Jeff Bezos Berinvestasi?

Produk tersebut serupa dengan reksadana yang ada di bursa saham, bedanya PSDB hanya mentransaksikan aset-aset multilateral seperti emas, kopi, coklat dan produk lainnya yang ada di bursa berjangka.

"Kalau saham ada reksadana, kita akan buat namanya sentra berjangka. Jadi penjualan produk komoditi berjangka ke masyarakat, dilakukan lewat fund manager yang kita sebut Wakil PSDB," kata Sahudi baru-baru ini.

Sahudi mengatakan, aturan PSDB belum pernah hadir sejak UU PBK diberlakukan, padahal pembentukan sentra berjangka menjadi salah satu mandat dari awal terbentuknya UU.

Untuk itu, pihaknya masih dalam tahap mulai menyusun dan mencari berbagai masukan dari berbagai pihak sebelum PSDB dirilis.

Adapun produk yang akan ditransaksikan fokus pada produk industri berjangka. Untuk tahap awal hanya produk multilateral saja, namun untuk ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan produk bilateral dan portofolio lainnya seperti foreign exchange (forex).

Kenapa Harga Saham Start Up Tidak Naik? Ini Penjelasan Analisis Saham

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved