Liga 1

Alasan Djanur Membangku Cadangkan Evan Dimas

Evan Dimas dan Rony Beroperay hanya menjadi pemain cadangan, membuat Djadjang Nurjaman menuai kritik.

Alasan Djanur Membangku Cadangkan Evan Dimas
SUPERBALL.ID/FERI SETIAWAN
Evan Dimas Darmono. (Super Ball / Feri Setiawan) 

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, menuai kritik dari banyak orang, setelah kekalahan telak yang dialami Barito Putera, Rabu (18/9).

Salah satu kritik yang datang adalah Djanur, begitu pelatih ini biasa disapa, tidak memainkan Evan Dimas sejak awal pertandingan.

Lima gol dan Dua Kartu Merah Mewarnai Kemenangan Bhayangkara FC Atas Barito Putera

Menang Perdana, Paul Munster Belum Puas

Sebagaimana dilansir laman Liga Indonesia, gelandang Timnas indonesia itu hanya menjadi pemain cadangan, dan baru dimainkan mulai menit ke-66.

Menurut banyak orang, bertindak sebagai tuan rumah sudah seharusnya Evan mendapatkan satu tempat di starting eleven. Pasalnya, mobilitas Evan sangat dibutuhkan untuk mengatur tempo permainan Barito, sekaligus menjadi kreator serangan.

Namun Evan baru dimainkan pada menit ke-66 menggantikan Samsul Arif. Hal tersebut  dibilang terlambat, karena Barito sudah tertinggal dua gol.

Ditambah, Barito harus kehilangan dua pemain karena kartu merah yakni Bayu Pradana dan Nazar Nurzaidin.

Hanya saja Djanur memiliki alasan tak memainkan Evan sejak menit awal, yakni dia melihat performa Evan di laga sebelumnya, kontra Madura United, yang dinilai Djanus masih meragukan.

"Laga melawan Madura United menjadi acuan kami, sehingga kami tak banyak melakukan perubahan, terutama di sektor tengah," ungkap Djanur.

"Kami juga memainkan dua penyerang di depan, sehingga ada perubahan skema yang dilakukan," katanya menambahkan.

Namun, pelatih ini menyatakan tercambuk dengan kekalahan telak 1-4 itu. Pasalnya, laga yang berlangsung di Stadion Demang Lehman, Martapura, itu adalah kekalahan perdananya sejak membesut tim berjuluk Laskar Antasari itu. 

Banyak orang mengatakan Djanur "berjudi" dalam laga ini.  Selain tak memainkan Evan Dimas sejak awal pertandingan, dia juga memilih  posisi Fathul Rachman yang sudah berusia 35 tahun sebagai bek kiri.

Padahal biasanya posisi itu diisi Rony Beroperay yang jauuh lebih muda dari Fathul, yakni 27 tahun.

Alhasil, sektor kiri pertahanan Barito terus menjadi incaran serangan Bhayangkara FC, oleh pemain sayap kanan klub berjuluk The Guardian, Dendi Sulistyawan.

Dua gol yang tercipta di babak pertama juga diawali dari keroposnya sisi kiri pertahanan Barito.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved