Berita Video

VIDEO: Suasana Makam Ade Irma Suryani yang Terlupakan

"Karena ketutup, jadi orang nggak banyak tahu, makanya sepi sekarang ini. Sayang banget, padahal Ade Irma kan bisa menjadi contoh

VIDEO: Suasana Makam Ade Irma Suryani yang Terlupakan
Warta Kota/Dwi Rizki
Makam Ade Irma Suryani Nasution di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (19/9/2019). 

Tanpa karangan bunga ataupun taburan kembang tujuh rupa, makam Ade Irma Suryani Nasution kini terasa kosong dan senyap. Tidak ada lagi sosok anak-anak yang mengunjungi makam ataupun para ibu yang mengenang kisah tragis gadis kecil yang tewas dalam Peristiwa G30SPKI itu saat ini.

Sepinya makam putri bungsu dari Jenderal Besar, Abdul Harris Nasution itu terlihat pada Kamis (19/9/2019) siang. Makam terbuka tanpa teduhan itu terlihat kering dan berdebu, hanya batu kerikil dan pecahan kendi menghiasi bagian atas makam sang pahlawan kecil.

Begitu juga dengan sebuah Tugu Monumen Ade Irma Suryani Nasution yang tinggi menjulang di hadapan makam. Sejumlah foto Ade Irma semasa kecil hingga rangkaian foto prosesi pemakaman yang dihadiri langsung oleh sang ayah itu kini terlihat usang.

Beberapa lembar foto yang menjadi saksi sejarah kematian Ade Irma pun terlihat terlepas hingga sobek. Padahal foto yang ditempel pada sekeliling monumen itu menjadi kenangan atas kematian Ade Irma yang gugur kala menjadi tameng ayahnya.

Sepi dan lengangnya pekuburan Ade Irma dikarenakan lokasi makam yang jauh dari pandangan serta tidak adanya papan informasi tentang makam di Jalan Nipah XII yanv merupakan muka makam. Selain itu, terkunci rapatnya gerbang utama menuju makam membuat sosok gadis kecil itu kian terlupakan.

Gembok dan rantai yang melingkar di gerbang utama makam pun membuat pengunjung harus berjalan jauh memasuki komplek Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, akses masuk menuju makam.

Sementara, seng yang menutup seluruh sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, mulai dari proyek pembangunan Masjid Kantor Wali Kota hingga Pos Pemadam Kebakaran menutup makam Ade Irma saat ini.

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi makam Ade Irma, mereka harus berjalan kaki melewati tempat sampah dan menyusuri jalan setapak di sepanjang barak Satpol PP Jakarta Selatan. Berdampingan dengan puing serta sejumlah material proyek pembangunan masjid, makam Ade Irma terlihat menyendiri.

Suasana tersebut sangat kontras dengan ramainya suasana saung dan barak Satpol PP yang ramai anggota Satpol PP ataupun pegawai Kantor Wali Kota Jakarta Selatan yang tengah beristirahat.

"Karena ketutup, jadi orang nggak banyak tahu, makanya sepi sekarang ini. Sayang banget, padahal Ade Irma kan bisa menjadi contoh untuk anak-anak, kisahnya bisa jadi gambaran buat anak-anak untuk mengenang pahlawan," ungkap Ari (55) warga Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (19/9/2019).

Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Jakarta Selatan itu berharap agar Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan dapat membuka akses masuk bagi pengunjung. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses makam.

"Kalau bisa aksesnya dibuka, karena sayang banget pager ditutup sekarang ini," jelasnya.

Seperti diketahui, Ade Irma Suryani Nasution gugur dalam penyergapan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 6 Oktober 1965 silam. Putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution itu tewas ketika menjadi tameng untuk ayahnya.

Dalam peristiwa tersebut, turut wafat Adjudan sang ayah, Kapten Pierre Andreas Tendean yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Sedangkan adea Irma dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blok P Prapanca yang disulap menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada tahun 1998.

Perubahan status TPU tersebut mengubah wajah TPU yang semula dipenuhi kuburan umum masyarakat menjadi perkantoran bertingkat. Walau begitu, makam Ade Irma Suryani yang berada di sisi Jalan Nipah XII tidak dibongkar dan justru dibangun Tugu monumen perjuangan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved