Berita Video

VIDEO: Puluhan Tahun Krisis Air Bersih Kampung Maja Pegadungan Kalideres

Semenjak kemarau panjang, membuat aliran Kali Maja yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan mencuci kini telah mengering

VIDEO: Puluhan Tahun Krisis Air Bersih Kampung Maja Pegadungan Kalideres
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi aliran kali Maja yang mengering akibat musim kemarau, Kamis (19/9/2019) 

Sudah puluhan tahun warga Kampung Maja RW 09, Pegadungan Kalideres Jakarta Barat mengandalkan aliran Kali Maja untuk kebutuhan mencuci, sedangkan untuk kebutuhan mandi dan memasak, mereka hanya mengandalkan air bersih yang dibeli.

Krisis air bersih yang dialami ini akibat belum adanya saluran pipa Perusahaan Air Minum (PAM) yang terpasang di wilayah itu, hal ini sudah terjadi sejak puluhan tahun. Padahal kawasan Kampung Maja masih dalam kawasan Ibu Kota.

Semenjak kemarau panjang, membuat aliran Kali Maja yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan mencuci kini telah mengering bahkan hanya meninggalkan sedimen lumpur yang mengendap, tidak ada aliran yang bergerak di kali itu.

Hal ini tentu menambah dampak krisis air Warga Kampung Maja, apalagi kini air tanah yang di milik oleh warga tidak dapat digunakan karena berbau, dan berwarna, sehingga warga pun hanya mengadalkan perusahaan swasta yang memberikan air dengan membayar Rp. 2000 perjerigen.

Krisis air bersih yang di alami ini pun membuat warga harus merogoh kocek yang lebih dalam lagi, sebab selain untuk kebutuhan mandi dan memasak, warga juga kerap kali terpaksa harus membeli air galon isi ulang yang digunakan untuk minum.

"Kondisi kayak gini mah udah lama, emang daerah sini dari dulu gak dapat aliran PAM. Ya paling kita dari swasta itu ngambil airnya, itu juga paling sehari 3 kali datang," kata Suti (57) salah seorang warga, Kamis (19/9/2019).

Meski sudah mengalami krisis air sejak lama, ia mengaku sudah terbiasa, ia pun kadang hanya mengandalkan aliran kali maja, ketika musim penghujan. Namun kebutuhan aliran kali hanya digunakan untuk mencuci baik pakaian maupun peralatan dapur.

Selebihnya untuk kebutuhan memasak maupun mandi ia membeli air yang memang sudah disediakan oleh beberapa pihak swasta, itu pun tidak diberikan secara gratis, dimana ia harus membayar Rp. 2000 perjerigen. Dalam sehari bisa menghabiskan sebanyak 12 jerigen.

Sedangkan bantuan air bersih gratis dari pihak Pemerintah pun tidak setiap hari datang, jika pun datang tidak lebih dari 2 mobil tanki yang di kirimkan, itu pun tidak mencukupi, terlebih kondisi saat ini warga tak lagi bisa memanfaatkan aliran kali.

"Kalo dari PAM juga jarang-jarang dateng. Kemarin ada juga sekali, itu juga berebutan warga sini, jadi banyak yang gak dapet juga," katanya.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved