Berita Video

VIDEO: Polisi Sebut Sertifikat dan Girik Palsu Presisi Tinggi dan Sangat Serupa Dengan Aslinya

Ario Seto menjelaskan sertifikat palsu dan girik palsu yang dihasilkan HMY memiliki presisi dan tingkat akurasi yang tinggi.

VIDEO: Polisi Sebut Sertifikat dan Girik Palsu Presisi Tinggi dan Sangat Serupa Dengan Aslinya
Warta Kota
konpers ungkap pemalsu sertifikat tanah di Mapolda Metro Jaya 

Yakni satu unit CPU merk Avaris warna hitam, satu unit Scanner merk HP Series Ink Tank 315 warna hitam, satu unit Monitor merk LG ukuran 14 Inc, tiga lembar kertas HVS 80 gram 2 unit jam tangan warna gold 1 (satu) unit jam tangan kulit warna hitam, 1 (satu) unit handphone merk Samsung warna gold dengan sim card serta sejumlah kertas khusus yang dimodifikasi menyerupai surat dan dokumen negara yang dipalsukan.

"HMY dan DD ini sudah beroperasi memalsukan sertifikat dan surat atau dokumen pemerintah lainnya sejak 2011, dan baru kali ini tertangkap. Mereka beraksi sangat licin sehingga selama ini tidak terdeteksi," kata Suyudi.

Menurut Suyudi untuk pembuatan satu sertifikat palsu, pelaku memasang harga Rp 10 Juta sampai Rp 15 Juta dan bisa selesai dalam jangka waktu 3 sampai 15 hari dalam pembuatan.

"Mereka ini sudah beberapa kali membuat sertifikat palsu atas pesanan kelompok mafia properti pimpinan AR dan DA yang sudah kita bekuk," kata Suyudi.

Ia menjelaskan para pelaku ini melakukan transaksi ditempat yang mereka sepakati dengan pemesannya, mulai dari mal, halte bus dan lainnya.

"Jadi transaksi tidak pernah dilakukan di ruko dimana pelaku mencetak surat atau dokumen yang dipalsukan. Tetapi di luar atau di tempat lain," kata Suyudi.

Selain memalsukan sertifikat tanah kata Suyudi, pelaku juga mampu memalsukan dokumen lainnya mulai dari girik, SIM, STNK, Ijazah, Sertifikat, SIUP,
Transkip Nilai Unversitas, KITAS, surat senpi Polri, ijazah S-1, SIUP dan surat perizinan pemerintah lainnya.

Karena perbuatannya kata Suyudi, HMY akan dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan, Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. "Yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara," kata Suyudi.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved