Berita Jakarta

Tangkal Paham Radikalisme, Masyarakat Harus Jadi Mata dan Telinga Penegak Hukum

Pencegahan menyebarnya paham radikalisme yang berujung pada aksi kekerasan di Ibu Kota dapat dengan mudah diantisipasi seluruh pihak

Tangkal Paham Radikalisme, Masyarakat Harus Jadi Mata dan Telinga Penegak Hukum
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Suasana forum diskusi bertajuk 'Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme di Wilayah Kotamadya Jakarta Selatan' yang digelar di Hotel Padjajaran Suite, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (18/9/2019) malam. 

KEBAYORAN BARU, WARTAKOTALIVE.COM -- Pencegahan menyebarnya paham radikalisme yang berujung pada aksi kekerasan di Ibu Kota dapat dengan mudah diantisipasi seluruh pihak.

Hanya saja, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendeteksi sekaligus mencegah gerakan terselubung tersebut meluas hingga merugikan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji dalam forum diskusi bertajuk 'Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme di Wilayah Kotamadya Jakarta Selatan' yang digelar di Hotel Padjajaran Suite, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (18/9/2019) malam.

Dalam forum yang dihadiri oleh sebanyak 575 orang anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kotamadya Jakarta Selatan serta perwakilan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Kodim 0504/JS itu, Isnawa menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai pamong di wilayahnya masing-masing.

Sebab, paham radikalisme dan terorisme di Indonesia ditegaskannya tidak lagi menyasar kalangan dewasa, tetapi juga menargetkan para remaja bahkan anak-anak saat ini.

"Remaja dan anak-anak turut menjadi korban, jumlah anak yang terpapar radikalisme setiap tahunnya terus meningkat, begitu juga dengan remaja yang menjadi pengantin dalam aksi bom bunuh diri.

Artinya, penangkapan pelaku terorisme tidak serta merta meredam paham radikalisme," ungkapnya dalam paparan.

Guna meredam paham radikalisme agar tidak merebak, dirinya menekankan adanya sinergi antara seluruh pihak.

Bukan hanya sebatas aparat pemerintahan, Kepolisian ataupun TNI, tetapi juga peran masyarakat, tokoh agama dan orangtua.

"Radikalisme kini telah menjadi musuh bersama, tidak hanya musuh masyarakat Indonesia tapi juga menjadi musuh masyarakat internasional," tegasnya.

Sinergi antara seluruh pihak katanya berfungsi sebagai pembatas agar paham tersebut tidak kembali merugikan.

Sebab, ancaman yang terjadi secara langsung tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga melemahkan perekonomian bangsa.

"Dampak paham radikal-teroris itu bukan hanya ancaman keselamatan, tetapi juga merusak perekonomian, investor lari jika ada teroris, bangsa mengalami kemunduran ekonomi yang berujung pada naiknya harga sembako, yang merasakan ibu-ibu di lapisan bawah," ungkap Isnawa.

"Karena itu, harapan kami, pemerintah dan seluruh pihak agar masyarakat dapat menjadi mata dan telinga kita di lingkungan masyarakat.

Masyarakat harus berani melaporkan apabila ditemukan adanya kejanggalan terkait paham radikalisme," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved