Breaking News:

G30S PKI

Sambil Terisak Anak Korban Ungkap Melihat Kekejaman PKI Melakukan Penculikan dan Pembunuhan Brutal

Mereka menyaksikan kekejaman PKI di antaranya terjadi di sejumlah kota, di antaranya yang paling brutal terjadi di Madiun, Ngawi, dan Jakarta.

Penulis: Gede Moenanto | Editor: Gede Moenanto
Twitter
Anak kandung Letnan Jenderal Ahmad Yani adalah salah satu saksi kekejaman PKI yang brutal dan mengerikan. 

KALANGAN keluarga korban kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) mengungkap kembali kekejaman PKI dalam melakukan tindakan kejam pada rakyat Indonesia.

Kekejaman PKI itu biasanya dikenang dalam peristiwa G30S PKI, yang terjadi pada bulan September 1965.

Upaya kekejaman PKI memang membekas pada kalangan keluarga korban.

Mereka menyaksikan kekejaman PKI di antaranya terjadi di sejumlah kota, di antaranya yang paling brutal terjadi di Madiun, Ngawi, dan Jakarta.

Kesaksian disampaikan di antaranya oleh anak kandung Letjen Ahmad Yani, Untung Mufreni Yani, yang diunggah di media sosial.

"Katanya, ada orang bilang tidak ada penyiksaan, tidak ada, itu bohong semua."

"Kami yang lihat, kami yang mengalami."

"Orangtua kami yang sangat kami cintai diseret-seret keluar," kata anak kandung Letnan Jenderal Ahmad Yani, Untung Mufreni Yani, dalam sebuah testimoni yang diunggah di media sosial.

"Kami kejar ayah kami sampai pintu belakang, nanti, saya tunjukkan."

"Itu satu orang Cakrabirawa sudah siap di depan."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved