PPSB Jakarta Barat Ajak Guru Sebagai Perantara Mengembangan Budaya Betawi

PPSB Jakarta Barat Ajak Guru Sebagai Perantara Mengembangan Budaya Betawi

PPSB Jakarta Barat Ajak Guru Sebagai Perantara Mengembangan Budaya Betawi
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah guru TK dan SD di Jakarta Barat mengikuti pelatihan kesenian terpadu di usat Pelatihan Seni dan Budaya (PPSB) Jakarta Barat. 

Pusat Pelatihan Seni dan Budaya (PPSB) Jakarta Barat mengandeng sejumlah guru TK dan SD untuk mengikuti kegiatan pelatihan kesenian dan kebudayaan Betawi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama sepuluh hari ini, diikuti oleh 35 guru di Jakarta Barat. Mereka nantinya akan dibekali beberapa hal berkaitan seni dan budaya selama pelatihan berlangsung.

Kasatpel PPSB Jakarta Barat, Fairza Maulana mengatakan dengan dibukanya kegiatan pelatihan kesenian terpadu bagi guru TK dan SD ini, dapat menjadi perantara untuk pengembangan seni budaya.

Setelah mendapatkan pembekalan selama pelatihan, para guru ini dapat membagikan ilmunya kepada anak didiknya, dengan begitu anak didik dapat memahami seni budayanya sendiri.

Kabut Asap Masih Tebal di Kalimantan, Puluhan Penerbangan dari Bandara Soetta Batal dan Delay

"Ini merupakan salah satu pelestarian budaya Betawi. Kita tidak lepas dari kearifan lokal dan kita perlu melestarikan kesenian tersebut," kata Maulana, Kamis (19/9/2019).

Menurut Maulana, meteri-materi yang di sampaikan masih dalam kurikulum standar pusat seni budaya, seperti pengenalan musik, tari, teater dan beberapa materi lainnya mengenai seni dan budaya.

Setelah sepuluh hari terhitung (16/9), para guru mendapatkan pembekalan. Mereka juga akan mengelar pertunjukan sebagai penutup pelatihan ini, selain itu mereka akan membagikan pengalamannya kepada anak didiknya.

Didampingi pengajar-pengajar maupun praktisi yang berkompeten di bidangnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan beberapa perguruan tinggi seperti IKJ, UNJ, hingga lembaga Betawi.

2020, Pemkot Bekasi Ajukan Uang Bau dan Kemitraan ke Pemprov DKI Jakarta Hampir Rp 1 Triliun

"Nantinya penutupan pelatihan seni budaya mereka harus membuat karya dan harus memperlihatkan karyanya di ruang auditorium yang ada di pusat seni budaya ini. Mereka akan tampil masing-masing," ujarnya.

Sementara itu salah satu Gur TK TRI Ratna, Susi (23) yang ikut serta dalam program ini mengatakan sungguh antusias mengikuti pelatihan kesenian untuk para guru ini.

Bahkan ia menganggap pelatihan ini sangat bermanfaat.

"Pastinya sangat bermanfaat ya dengan mengikuti kegiatan ini, apalagi saya guru TK dimana setelah mendapatkan pelatihan seni dan budaya di sini.  Saya sebagai guru bisa menyalurkan ke anak didik saya," kata Susi.

Susi menilai, dengan memberikan materi seni budaya kepada anak-anak sejak usai dini dapat menumbuhkan rasa cinta seni dan dapat memberikan wawasan mengenai seni-seni Indonesia, sehingga mereka kelak dapat mempertahankan.

"Anak-anak itu gampang banget untuk belajar, dengan belajar seni yang asyik maka ini bisa menjadi salah satu langkah mempertahankan seni budaya Indonesia," ucapnya.

Tak hanya digelar pelatihan seni budaya untuk para guru, PPSB juga mengelar seni asamble yang di ikuti oleh para pelajar dengan memperkenalkan berbagai kesenian musik serta alat musik di Indonesia.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved