Kecelakaan

Nenek Berusia 96 Tahun Tewas Lantaran Tercebur di Sumur Sedalam 20 Meter

Sebanyak 11 personel dari Pemadam Kebakaran, Tagana dan Polsek Cimanggis diturunkan untuk mengevakuasi korban.

Nenek Berusia 96 Tahun Tewas Lantaran Tercebur di Sumur Sedalam 20 Meter
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ilustrasi: Proses evakuasi korban yang tewas terperosok ke dasar sumur tua di kebun area Kompleks RRI, Sukmajaya, Kota Depok, Juli 2019. 

Seorang nenek berusia 96 tahun tewas lantaran terpeleset di rumahnya di Jalan Bhakti ABRI, Sindang Karsa, RT 02/08, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Kamis (19/9/2019).

Nenek bernama Seni itu sedang membersihkan rumahnya ketika tiba-tiba terpeleset.

Sialnya, lokasi tempat Seni jatuh tak jauh dari sumur yang dalamnya sekitar 20 meter.

Keluarganya sempat kebingungan mencari Seni. Baru sekira pukul 13.00 WIB, anaknya, Bonin (65) menemukannya di dalam sumur dalam keadaan sudah mengambang.  

"Awalnya anak ini manggil-manggil ibunya, setelah dicari-cari, ternyata ditemukan sudah ada di dalam sumur," kata Kapolsek Cimanggis AKP Bagus Panuntun, kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Warga Demo di Kantor BPJS Kesehatan Kota Depok

Tekan Angka Kematian Akibat Rokok, Pemkot Depok Perketat Lagi Kawasan Tanpa Rokok di Wilayahnya

Bagus mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, sang nenek memang sudah sakit-sakitan mengingat usianya yang memasuki satu abad.

"Tapi memang masih bisa jalan ke sana ke mari. Kemungkinan korban terpeleset karena pinggiran sumurnya memang tingginya hanya di bawah lutut," ujar Bagus.

Sebanyak 11 personel dari Pemadam Kebakaran, Tagana dan Polsek Cimanggis diturunkan untuk mengevakuasi korban. 

Dari hasil pengamatan di lokasi kejadian, Bagus tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Demi Evakuasi Seekor Kucing di Pal Meriam, Petugas Pemadam Kebakaran Turun ke Sumur

VIDEO: Damkar Jakarta Timur Selamatkan Kucing yang Terjatuh di Sumur Sedalam 12 Meter

"Keluarga sepakat agar korban tidak di autopsi karena memang melihat bahwa ini adalah musibah," ujarnya. 

Bagus mengatakan, korban tinggal bersama empat orang lainnya dalam rumah tinggalnya.

Saat kejadian, keluarga lainnya sedang berada di depan rumah.

Air di sumur tersebut dikatakan Bagus kerap digunakan untuk membuat air minum.

Sementara untuk mandi, Bagus mengaku keluarga memiliki kamar mandi sendiri.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved