Revisi UU KPK

UU KPK Direvisi, Wiranto: Jangan Curiga Terhadap Presiden, Seakan Beliau Ingkar Janji

Wiranto meminta masyarakat tidak menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pro terhadap pemberantasan korupsi.

UU KPK Direvisi, Wiranto: Jangan Curiga Terhadap Presiden, Seakan Beliau Ingkar Janji
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Menkopolhukam Wiranto bersama sejumlah tokoh Papua, menyampaikan keterangan terkait kondisi keamanan Papua, di Kantor Menkopulhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019). 

MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat tidak menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pro terhadap pemberantasan korupsi.

Penilaian itu muncul setelah DPR mengesahkan revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jangan curiga terhadap pemerintah, Presiden, yang seakan beliau ingkar janji."

Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI, Imam Nahrawi Terima Suap Rp 26,5 Miliar Selama Empat Tahun

"Seakan-akan beliau tidak pro pemberantasan korupsi dan sebagainya," ujar Wiranto dk kantornya, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Wiranto menjelaskan, Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK sudah berusia 17 tahun, dan tidak ada undang-undang di negara ini yang bersifat abadi.

"Undang-undang itu dibuat dalam kondisi objektif saat itu, tapi kan kondisi ini berubah."

Dibuat Rumit dan Banyak Birokrasi, Pengamat Ini Sarankan KPK Dibubarkan

"Oleh sebab itu, undang-undang tidak boleh kaku, harus ikut perubahan," tutur Wiranto.

Menurutnya, UU KPK saat ini bertujuan untuk memperkuat lembaga anti-rasuah dalam menjalankan tugasnya melakukan pencegahan maupun pemberantasan korupsi di Tanah Air.

Ia mencontohkan, KPK yang saat ini masuk ke dalam ranah eksekutif, hanya merupakan implementasi dari keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 36/PUU-XV/2017.

Kecewa Revisi UU KPK Disahkan, Istri Gus Dur Sampai Mules dan Pusing

"Keputusan MK itu final dan mengikat. Walaupun KPK ranah eksekutif tapi pelaksanaan tugas, kewenangan ini bebas dari pengaruh kekuasaan manapun," jelas Wiranto.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved