Unsrat Beri Penyuluhan Pembuatan Kompos dari Limbah Jerami Untuk Petani Desa Kolongan

Unsrat Beri Penyuluhan Pembuatan Kompos dari Limbah Jerami Untuk Petani Desa Kolongan. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Unsrat Beri Penyuluhan Pembuatan Kompos dari Limbah Jerami Untuk Petani Desa Kolongan
istimewa
Ketua Pelaksana penyuluhan, Verry R Ch Warouw, sedang menjelaskan pencampuran jerami dan dedak kepada mitra di Desa Kolongan. 

PETANI Desa Kolongan mendapatkan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah jerami padi sebagai bahan pembuatan pupuk kompos. 

Penyuluhan dilakukan oleh dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dan mahasiswa.

Desa Kolongan berada di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara

Mayoritas masyarakat di desa ini bertani padi sawah, tanaman jagung, perkebunan kelapa serta lahan kering untuk tanaman semusim.

Ketua Pelaksana, Verry R Ch Warouw, sedang melaksanakan Penyuluhan, soseialisasi kepada mitra petani di Desa Kolongan.
Ketua Pelaksana, Verry R Ch Warouw, sedang melaksanakan Penyuluhan, soseialisasi kepada mitra petani di Desa Kolongan. (istimewa)

Ketua Program Studi Ilmu Tanah Faperta Unsrat, Verry R Ch Warouw, mengatakan, pemanfaatan limbah jerami padi untuk pembuatan pupuk kompos belum banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat sekitar Desa Kolongan.

"Padahal limbah jerami padi sawah ini tersedia melimpah, dibiarkan begitu saja,bahkan sebagian besar dibakar oleh masyarakat tani di lahan sawah," kata Verry kepada Warta Kota, Rabu (18/9/2019).

Bahkan, ujar Verry, tanaman pagi sawah ini juga sudah dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat setempat. 

Oleh karena itu, kata Verry, solusi yang ditawarkan adalah bagaimana masyarakat kelompok tani mitra ini dapat memanfaatkan limbah jerami untuk produksi pupuk organik (Kompos).

Kompos merupakan media tanam yang potensial, dan sumber hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah.

Tim pelaksana Menjelaskan dan mendemonstrasikan kepada mitra petani tentang Bahan Dekomposer –EM4 (Efektive Mikroorganisme) berfungsi mempercepat proses pengomposan.
Tim pelaksana Menjelaskan dan mendemonstrasikan kepada mitra petani tentang Bahan Dekomposer –EM4 (Efektive Mikroorganisme) berfungsi mempercepat proses pengomposan. (istimewa)

Pengomposan ditakrifkan sebagai proses biologi oleh kegiatan mikroorganisme dalam mengurai bahan organik menjadi bahan semacam humus.

Halaman
12
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved