Tekan Angka Kematian Akibat Rokok, Pemkot Depok Kencangkan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberlakukan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sejatinya sudah diluncurkan pada 2014 lalu.

Tekan Angka Kematian Akibat Rokok, Pemkot Depok Kencangkan Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok
Kompas.com
Logo dilarang merokok. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Vini Rizki Amelia

DEPOK, WARTAKOTALIVE.COM -- Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberlakukan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sejatinya sudah diluncurkan pada 2014 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan, Novarita mengatakan, aturan tersebut bukanlah melarang orang untuk merokok.

"KTR ini hanya untuk mengatur di tempat-tempat mana saja yang tidak diperbolehkan merokok. Kalau mereka mau merokok di luar kawasan yang sudah ditentukan ya boleh-boleh saja," ujar Novarita saat dihubungi Warta Kota, Rabu (18/9/2019).

Tujuh KTR antara lain tempat umum, tempat kerja, tempat ibadah, tempat bermain dan/atau tempat berkumpul anak, angkutan umum, lingkungan tempat proses belajar mengajar, dan sarana kesehatan.

Defisinisi tempat umum melingkupi pasar modern, pasar tradisional, pertokoan, tempat wisata, tempat hiburan, hotel, restoran, halte, gedung kesenian, bioskop, terminal, stasiun dan sarana olahraga.

Warga yang kedapatan atau ketahuan merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dikenakan sanksi sekitar satu juta rupiah atau hukuman tiga bulan penjara.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, penegakan Kawasan Tanpa Rokok (PKTR) berlandaskan Perda No. 03 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Peraturan Wali Kota No. 126 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pengawasan dan Pengendalian Kawasan Tanpa Rokok.

“Di Perda Kota Depok sudah mengatur larangan merokok sembarangan tempat memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau,” katanya.

Namun demikian, Idris mengatakan bahwa Pemkot Depok tidak melarang penjualan rokok. 

Halaman
123
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved