Breaking News:

Berita Jakarta

Sistem Simpel, Waktu Uji KIR Kendaraan Cukup 20 Menit

sebelumnya yang berkisar 1 sampai 2 jam kini hanya menjadi 15 sampai 20 menit

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Petugas uji KIR tengah menunjukkan aplikasi Simpel PKB kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo.(ist) 

Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel
PKB) diluncurkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan menggandeng Bank DKI.

Melalui sistem ini proses pengujian KIR pun dapat dipangkas
menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, menjelaskan Simpel
PKB diluncurkan untuk kemudahan pengujian KIR kepada pemilik kendaraan
niaga di Jakarta berkode plat nomor B secara online.

“Melalui Simpel KIR waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses uji
KIR akan terpangkas jauh lebih cepat dibandingkan proses sebelumnya
yang berkisar 1 sampai 2 jam kini hanya menjadi 15 sampai 20 menit,”
ujar Herry, usai memperingati Hari Perhubungan Nasional 2019 di Monas,
Selasa (17/9/2019).

Setelah melakukan booking online, kata dia, pemilik
kendaraan niaga dapat langsung melakukan pembayaran secara non tunai
melalui JakOne Mobile, EDC, ATM Bank DKI ataupun Cash Management
System yang telah terintegrasi dengan dengan empat Unit Pengelola
Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) wilayah DKI Jakarta.

Yakni Pulogadung, Ujung Menteng, Kedaung Kali Angke dan Cilincing.

Lebih lanjut Herry menambahkan Simpel PKB sendiri terdiri dari lima
fitur yakni Pendaftaran Booking Online melalui aplikasi e-KIR Jakarta
Booking, Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPAD),
Integrasi Sistem Layanan dan Pemeriksaan Teknis, Smart Card atau Buku
Uji Elektronik serta Dasboard Cek KIR, Sistem Data Monitoring
(SIDAMON) PKB dan Portal PKB.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo
mengatakan selain mempermudah pelayanan, peluncuran Simpel PKB
dilakukan untuk mencegah terjadinya pemalsuan buku Uji Kir. “Mulai
saat ini pengujian kendaraan bermotor sudah terintegrasi dan
menggunakan Smart Card, tidak lagi buku Uji Kir. Karena sampai saat
ini, buku Uji Kir banyak dipalsukan. Maka dengan Smart Card ini,
seluruh data pengujian terintegrasi secara nasional,” kata Syafrin
Liputo.

Tentu saja paling utama, lanjut Syafrin Liputo, untuk pelaksanaan
pembayaran biaya uji atau retribusi uji sudah dilakukan secara
cashless. Seluruhnya digitalisasi sudah dilakukan bengkel pengujian
kendaraan bermotor di Jakarta. “Jadi seluruhnya secara digitalisasi
sudah dilakukam dalam pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di
Jakarta. Bayarnya cashless di Bank DKI,” terang Syafrin

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved