Viral Medsos

Jalan Kaki Ibu Gendong Jenazah Bayi yang Baru Dilahirkan, Akhirnya Polisi Beri Tumpangan

Kejadian membawa jenazah dengan berjalan kaki terjadi kembali. Kali ini kejadian tersebut terjadi di Cilincing, Jakarta Utara.

Jalan Kaki Ibu Gendong Jenazah Bayi yang Baru Dilahirkan, Akhirnya Polisi Beri Tumpangan
Instagram @polsek_cilincing_humas
Seorang ibu membopong jenazah bayinya sendiri di Cilincing, Jakarta Utara 

Kejadian warga bawa jenazah dengan jalan kaki terjadi kembali.

Kali ini terjadi di Cilincing, Jakarta Utara.

Hal itu disaksikan sendiri oleh beberapa anggota polisi Polsek Cilincing.

Pantauan Wartakotalive lewat video yang dibagikan di akun Instagram @polsek_cilincing_humas seorang wanita berkerudung hitam terlihat membopong bayi yang ditutupi kain hitam.

Melihat hal tersebut, pihak aparat Kapolsubsektor KBN Marunda Polsek Cilincing Aiptu Wayan Putu Sumerta  langsung menawarkan bantuan.

HEBOH Warga Berkerumun Melihat Ritual Topo Pendem Setelah Maghrib, Mbah Pani Dikubur Seperti Jenazah

Ia langsung turun menawarkan bantuan tumpangan mobil kepada ibu dari jenazah bayi tersebut.

Dihampiri polisi dan ditawarkan bantuan ibu itu tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Aiptu Putu Sumerta dan anggotanya Bripka Julianus.

“Terima kasih banyak Pak bantuannya,” kata Ibu tersebut seperti termuat dalam video yang diunggah Rabu (18/9/2019) seperti dikutip Wartakotalive.

Diketahui kejadian itu terjadi pada Selasa (17/9/2019) sore tepatnya pukul 16.00 WIB.

GENDONG Jenazah Bocah dari Puskesmas,Kronologi Lengkap Paman Almarhum dan Dinas Kesehatan Tangerang

Dijelaskan oleh Humas Polsek Cilincing, anggota bertemu dengan seorang ibu yang gendong jenazah bayi setelah motor yang ditumpanginya dan suami mogok.

Kejadian itu mereka temukan saat melaksanakan Protap sore pengaturan lalu lintas antisipasi kemacetan di Pertigaan Pasar Bebek, Jalan Akses Marunda Cilincing Jakarta Utara.

“Sebelum nya ibu tersebut membonceng suaminya yang bernama Riyan menggunakan sepeda motor, dan ternyata dalam perjalanannya sesampai di Pertigaan Pasar Bebek Jl. Akses Marunda motor yang mereka tumpangi mogok,” jelas Humas Polsek Cilincing.

Diketahui wanita itu bernama Insani Aura Stefani yang baru saja menjalankan proses persalinan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara.

Viral Gadis Cirebon Ikut The Voice Jerman, Hotman Tantang Barbie Kumalasari Ikutan Kontes Nyanyi

Saat pulang dari Puskesmas, ia dan suaminya membawa bayi mereka dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan menggunakan sepeda motor.

“Dengan sigap Aiptu Wayan mendengar keluhan ibu tersebut langsung membantu mengantarkan menggunakan kendaraan mobilnya sampai ke rumahnya di Rorotan,” jelas unggahan itu.

Insani diantar hingga rumahnya oleh kedua polisi tersebut.

Menahan air matanya, Insani mengucapkan terima kasih kepada pihak aparat yang mengantarkannya hingga ke rumah.

“Terima kasih banyak Pak Polisi sudah antarkan saya hingga ke rumah, terima kasih banyak hanya Allah yang dapat membalas,” ungkap Insani dengan suara bergetar.

Simak videonya:

Gendong jenazah bocah tenggelam di Cisadane

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya hal serupa juga pernah terjadi di Tangerang, Banten.

Jenazah seorang anak yang tenggelam di sungai Cisadane, Tangerang, Jumat (23/8/2019) kemarin, ternyata mendapat penolakan dari Puskesmas Cikokol untuk menggunakan ambulansnya.

Sehingga jasad korban bernama Husein (8) yang sudah ditutupi kain digotong keluarganya dari puskesmas ke rumah duka di Kampung Kelapa, Kota Tangerang.

Warga yang iba kemudian menawarkan mobilnya untuk membawa jenazah karena melihat keluarga korban membopong korban dari puskesmas.

Terbongkar, Misteri Emak-emak Berebut Rendang di Kondangan Ini Kronologi Sebenarnya

Husein yang ditemukan tenggelam di sungai Cisadane dibawa ke Puskesmas Cikokol untuk mendapatkan pertolongan segera, akan tetapi nyawa Husein tidak bisa diselamatkan.

Ketika dinyatakan meninggal dunia, pihak puskesmas mengatakan tidak bisa mengantarkan jasad anak itu dengan alasan ambulans tidak bisa membawa jenazah karena hanya digunakan untuk pasien yang masih bernyawa.

Husein bocah yang ditolak jenazahnya pakai mobil ambulans milik Puskesmas Cikokol
Husein bocah yang ditolak jenazahnya pakai mobil ambulans milik Puskesmas Cikokol (Kompas TV)

Alasan itu dianggap sesuai dengan standar operasional prosedur Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

Dari keterangan resmi yang diterima, Kepala Dinas Kesehatan, Liza Puspadewi menjelaskan, ambulans hanya dipergunakan bagi pasien dalam kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan segera.

Alasannya, untuk menjaga alat-alat yang berada di dalam ambulans agar tetap steril.

"Ditambah di dalam mobil ambulans banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril," jelas Liza, Sabtu (24/8/2019).

Putra Sulung Ahok Perawatan untuk Jantung di Rumah Sakit, Sibuk Bantu Kelola Kafe Milik Veronica Tan

Menurut Liza, apabila ambulans juga membawa jenazah, kondisi alat-alat medis yang berada di dalamnya ditakuti bisa berdampak pada pasien selanjutnya.

"Kalau digunakan untuk jenazah, khawatir akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulans tersebut," kata Liza.

Sebelumnya diberitakan, Husein merupakan satu di antara dua korban meninggal yang tenggelam di sungai Cisadane.

Setelah Husein ditemukan, pada malam harinya, Fitra Adi (12) juga ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam keadaan tidak bernyawa.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved