Ganjil Genap

Sepekan Pemberlakuan Ganjil Genap, Dinas Lingkungan Hidup DKI Klaim Udara Jakarta Membaik

Mereka membandingkan kualitas udara Jakarta sebelum diterapkan ganjil genap), periode Juli-Agustus, dan periode Agustus-September.

Sepekan Pemberlakuan Ganjil Genap, Dinas Lingkungan Hidup DKI Klaim Udara Jakarta Membaik
Warta Kota/Adhy Kelana
Seorang warga melintas di depan alat pengukur kualitas udara di kawasan Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (16/9/2019). 

Pemberlakuan perluasan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan plat nomor ganjil dan genap di DKI Jakarta memasuki pekan kedua.

Dampak penerapannya mulai dirasakan di sejumlah ruas jalan Jakarta, terutama di 25 kawasan  di mana aturan itu diberlakukan pada pagi dan sore hari.

Pengaruhnya tak hanya terlihat pada lalu lintas, dengan membaiknya kecepatan laju kendaraan, tetapi juga pada meningkatnya penggunaan angkutan umum. 

Dinas Lingkungan Hidup DKI bahkan mengklaim bahwa kualitas udara Jakarta membaik setelah diberlakukan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan sejak 9 September lalu.

Kepala Dinas LH Andono Warih mengatakan, Dinas LH memasang alat pemantau kualitas udara di tiga titik di Jakarta untuk menguji kualitas udara sebelum dan sesudah pemberlakukan ganjil genap.

Mereka membandingkan kualitas udara Jakarta sebelum diterapkan ganjil genap), periode Juli-Agustus, dan periode Agustus-September.

VIDEO: Selama Sepekan, Pelanggar Ganjil Genap di Gunung Sahari Turun 60 Persen

Pelanggar Ganjil Genap Alami Penurunan, Jalan Gunung Sahari Terpantau Lengang

Polisi Tilang 8.014 Pengendara, Pekan Pertama Pemberlakuan Ganjil Genap

"Kami bandingkan di tiga lokasi yang kami perkirakan ada pengaruh kebijakan perluasan ganjil genap, yaitu di Bundaran Hotel Indonesia, Kelapa Gading, dan Jalan Suryopranoto, yang merupakan jalan yang perluasan ganjil genap," kata Andono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Hasilnya, di Bundaran HI terjadi penurunan kadar PM (particulate matter) 2,5 debu yang sangat lembut hingga 9 persen.

Lalu di Kelapa Gading penurunan kadar PM 2,5 mencapai hampir 12 persen.

Anies Baswedan Klaim Dampak Perluasan Ganjil Genap di Jakarta Sangat Efektif

Pemprov DKI Siapkan Sistem Jalan Berbayar Elektronik untuk Gantikan Ganjil Genap dalam Dua Tahun

Dishub DKI Ungkap Rata-rata Jumlah Pelanggaran Ganjil Genap

Untuk yang terakhir di Jalan Suryopranoto, Gambir menunjukkan perbaikan kualitas udara yang ditandai dengan penurunan kadar PM 2,5 sebanyak 16 persen.

"Jadi kesimpulannya, perluasan ganjil genap di Jakarta ini memiliki dampak yang positif dalam memperbaiki kualitas udara," ujar Andono,

Data AirVisual

Akan tetapi, data yang disebutkan Andono itu tak sama dengan yang diungkapkan AirVisual, situs yang mengukur kualitas udara kota-kota di dunia.

Kadishub Sebut Hari Pertama Perluasan Ganji Genap Pengaruhi Kualitas Udara di Jakarta

Kualitas Udara Buruk di Jakarta, Anies Baswedan: Perbaikan Harus Mengajak Semua Warga

Baik Buruknya Kualitas Udara Jakarta, Bergantung Komitmen Pemprov DKI

Menurut AirVisual, kualitas udara Jakarta masih termasuk dalam kategori kurang baik.

Mengenai hal itu, Andono menyebut bahwa itu hanyalah nilai rata-rata.

"Tapi nilai absolutnya sudah menurun sangat signifikan. Tadi 9, 12, dan 16 persen. Ini sesuatu yang sangat positif menurut kami. Adapun sampai kita mencapai nilai yang lebih baik lagi, tentunya effort-nya (upaya) harus ditambah lagi," ujar Andono.

Perluasan ganjil genap diberlakukan di 25 ruas jalan di Jakarta. Aturan itu berlaku setiap hari dari Senin hingga Jumat pada pagi hari (pukul 06.00 hingga 10.00 WIB) dan sore hari (pukul 16,00 hingga 21.00 WIB).

Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved