Pilpres 2019

Sejumlah 8 Terdakwa Kasus 21 dan 22 Mei Terkait Mobil Ambulans Membawa Batu Dituntut 4 Bulan Penjara

Delapan terdakwa yang hadir adalah Muhammad, Anggi, Usep, Zulkarnain, Rizky, Yogi, Dhani, dan Asyhadu Amrin (sopir mobil ambulans).

Sejumlah 8 Terdakwa Kasus 21 dan 22 Mei Terkait Mobil Ambulans Membawa Batu Dituntut 4 Bulan Penjara
Warta Kota/Joko Supriyanto
Persidangan para terdakwa yang membawa batu di mobil ambulans bertuliskan Partai Gerindra. 

Delapan terdakwa kasus kerusuhan 21-22 Mei menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (17/9/2019).

Mereka ditangkap terkait mobil ambulans yang membawa batu di KS Tubun, Jakarta Barat.

Delapan terdakwa yang hadir adalah Muhammad, Anggi, Usep, Zulkarnain, Rizky, Yogi, Dhani, dan Asyhadu Amrin (sopir mobil ambulans).

Mereka menjalani sidang tuntutan di ruang sidang VII PN Jakarta Barat.

Dalam kesempatan itu, Jaksa Penuntut Umum menyampaikan jika para terdakwa terbukti bersalah karena melakukan penyerangan terhadap petugas dengan pelemparan batu.

Bahkan ditemukan adanya batu dalam sebuah ambulance yang dikemudikan oleh terdakwa Asyhadu Amrin.

"Menyatakan terdakwa bersalah dan dituntut pidana 4 bulan 15 hari di kurangi massa tahanan," kata Jaksa Penuntut Umum, Selasa (17/9/2019).

Arminsyah Mempunyai Tekad dan Komitmen untuk Membangun dan Memajukan Kejaksaan

Atas tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum, kuasa hukum terdakwa menyampaikan nota pembelaan meskipun menerima tuntutan yang disampaikan oleh JPU.

Meski begitu kuasa hukum terdakwa meminta hakim untuk memberikan keringanan hukuman apalagi beberapa terdakwa yang sudah menjalani hukuman selama empat bulan ini, beberapa di antaranya memiliki istri dan anak.

Selain itu, Saksi yang dihadirkan pun tidak melihat bebebrapa terdakwa melakukan penyerangan bahkan 7 saksi yang dihadirkan dalam persidangan tidak melihat adanya batu di dalam ambulans.

"Kami menarik kesimpulkan bahwa tuntutan jpu tidak berkekuaran hukum untuk itu berdasarkan keadilan meminta keringanan," kata salah satu kuasa hukum terdakwa.

Kakek Cabul yang Melakukan Perbuatan Kekerasan pada Anak di Bawah Umur Berhasil Dicokok Polisi

Sementara itu, salah satu kuasa hukum terdakwa, Yahdi mengatakan jika dakwaan yang disampaikan JPU merupakan dakwaan alternatif, berdasarkan itu dari perusakan, pembakaran tidak terbukti.

"Jadi yang di pilih JPU itu pasal yang paling ringan yaitu pasal 218 KUHP yaitu tidak mengindahkan himbauan petugas untuk tidak membubarkan diri dengan hukuman 1,5 bulan, tapi jaksa tadi menuntut 4 bulan 15 hari," kata Yahdi.

Meski di tuntut 4 bulan 15 hari penjara, para terdakwa sudah ditahan hampir selama 4 bulan, sehingga kemungkinan dari pekara-perkara yang ditemukan, para terdakwa akan bebas.

"Ya kami sedikit kecewa tapi bagaimana pun itu hak dari majelis hakim, seharusnya yang kami inginkan majelis hakim dapat memutuskan pada hari ini juga, sehingga kami bisa segera mengurus pembebasan terdakwa," ucapnya.

Fadli Zon Mengungkap Wacana Pindah Ibu Kota Menjadi Ironi di Tengah Pekatnya Kabut Asap Landa Negeri

Ucapan Moeldoko Soal Kabut Asap agar Masyarakat Ikhlas Disambut Netizen Minta Dia Pindah ke Riau

Sesama Pemain Villa Terlibat Kontak Fisik di Lapangan Hijau Antara Rekan Mo Salah dan Tyrone Mings

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved