Pengaduan Disnakertrans DKI Jakarta Didominasi Kasus PHK Pekerja

Pengaduan Disnakertrans DKI Jakarta Didominasi Kasus PHK Pekerja Meskipun jumlah pelapor menyusut namun hal yang dilaporkan banyak kasus PHK

Pengaduan Disnakertrans DKI Jakarta Didominasi Kasus PHK Pekerja
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah saat ditemui di Gedung PPPD, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019). 

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta menampung laporan-laporan masyarakat yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.

Dari sekian banyaknya aduan, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) mendominasi laporan tersebut.

Meski tak merinci jumlah laporan, Kepala Disnakertrans Pemprov DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan dari berbagai masalah ketenagakerjaan, PHK jadi yang paling banyak dilaporkan.

"Banyak sekali pengaduan, pengawasan masalah waktu kerja. Waktu lebih atau lemburnya tidak dibayar, masih dibayar di bawah UMP. Ada juga yang paling banyak pemutusan hubungan kerja," kata Andri di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019).

Namun dia menampik bila dominasi laporan PHK yang diterima Disnakertrans menunjukkan banyak perusahaan di wilayah DKI bangkrut.

"Ini bukan menunjukkan banyak yang di-PHK di Jakarta ya, tapi dari sekian banyak kasus yang kami tampung, didominasi oleh pengaduan tentang PHK," ucapnya.

Andri menuturkan jumlah pengaduan masalah ketenagakerjaan yang diterima Disnakertrans terus menyusut dari seiring waktu.

"Jumlah pengaduan semakin lama semakin sedikt. Tapi dari beberapa pengaduan yang paling banyak adalah PHK. Bukan PHK-nya banyak, tapi dari jumlah pengaduan yang paling banyak PHK. PHK-nya sedikt," ujarnya.

Perihal dari sektor kerja apa yang paling banyak jadi korban PHK, Andri menyebut laporan yang diterima Disnakertrans berasal dari berbagai sektor.

Menurutnya sejauh ini kondisi pasar kerja di DKI terbilang sehat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah perusahaan.

"Banyak sektor, di ritel juga ada. Jumlah perusahaan yang masuk ke website kementerian dan kita sudah berada di kisaran 42 ribu, se-DKI. Dengan jumlah pekerja 1,6 juta," tuturnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved