Film

Mengapa Film Indonesia Belum Banyak Bicara di Ajang Penganugerahan Bergengsi Dunia Sekelas Oscar?

Firman Bintang menyarankan, perlunya dibentuk Komite Khusus Oscar yang bertugas khusus mencari dana untuk film yang mewakili Indonesia ke Oscar.

Dokumentasi Komite Oscar 2019
Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang menyerahkan hasil penilaian juri Komite Oscar 2019 yang memilih film Kucumbu Tubuh Indahku sebagai wakil Indonesia di Oscar 2020 di Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). 

Film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) telah dipilih Komite Oscar 2019 (The Indonesian Academy Awards Selection Committee) mewakili Indonesia di penganugerahan Oscar 2020.

Film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) akan berkompetisi di 92-nd Oscars International Feature Film Award, ajang yang sebelumnya bernama The Oscars Foreign Language Film.

Film garapan sutradara Garin Nugroho tersebut menyingkirkan dua film lainnya, yakni Ave Maryam dan 27 Steps of May.

Poster Film Kucumbu Tubuh Indahku
Poster Film Kucumbu Tubuh Indahku (istimewa)

Meski telah terpilih, film Indonesia belum bisa bicara banyak di ajang penganugerahan film bergensi dunia yang berlangsung di Amerika Serikat itu.

Firman Bintang, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), menjelaskan, PPFI adalah institusi yang ditunjuk panitia Academy Awards di Indonesia.

PPFI adalah pelaksana Oscars International Feature Film Award untuk melakukan seleksi film Indonesia yang telah bekerja sejak 1987.

Film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) Mewakili Indonesia di Penganugerahan Oscar 2020

Judul Film Indonesia Apa Saja yang Lolos Seleksi Komite Oscar 2019?

Menurut Firman Bintang, keikutsertaan Indonesia di ajang bergengsi itu belum mampu mencatatkan prestasi gemilang.

"Selama penyelenggaraan Oscars International Feature Film Award, film Indonesia belum bisa bicara banyak, karena berbagai faktor, salah satunya pendanaan," kata Firman Bintang, Selasa (17/9/2019).

Firman Bintang menyarankan, perlunya dibentuk Komite Khusus Oscar yang bertugas khusus mencari dana untuk film yang mewakili Indonesia ke Oscar.

Komite Oscar 2020 yang akan menyeleksi satu film Indonesia yang dikirimkan di ajang '92nd Oscars  International Feature Film Award' atau dulu bernama 'The Oscars Foreign Language Film' pada 2020. Selain Christine Hakim dan Sheila Timothy, Komite Oscar juga beranggotakan Firman Bintang, Adisurya Abdy, Mathias Muchus, Lola Amaria, Roy Lolang, Alim Sudio, Fauzan Zidni, Benny Setiawan dan Reza Rahadian, Thoersi Argeswara, serta Benny Benke.
Komite Oscar 2020 yang akan menyeleksi satu film Indonesia yang dikirimkan di ajang '92nd Oscars International Feature Film Award' atau dulu bernama 'The Oscars Foreign Language Film' pada 2020. Selain Christine Hakim dan Sheila Timothy, Komite Oscar juga beranggotakan Firman Bintang, Adisurya Abdy, Mathias Muchus, Lola Amaria, Roy Lolang, Alim Sudio, Fauzan Zidni, Benny Setiawan dan Reza Rahadian, Thoersi Argeswara, serta Benny Benke. (istimewa)

Tugas Komite Khusus Oscar ini, menurut Firman Bintang, penting karena dibutuhkan figur di bidang pemasaran film lndonesia di ajang Oscar.

Figur itu yang akan melakukan lobi dan membangun akses ke dalam panitia Oscar. Tujuan akhirnya agar film Indonesia mendapat perhatian di ajang tersebut.

"Paling tidak film Indonesia terpilih itu bisa kita stimulus bisa masuk ke daftar 9 film unggulan atau short list yang dinominasikan," jelas Firman Bintang.

Jadi Sutradara Film Pretty Boys, Begini Syarat yang Diminta Tompi ke Desta dan Vincent Rompies

Begini Alasan Joko Anwar Sering Mengajak Tara Basro Berakting di Beberapa Judul Film Garapannya

Film yang mewakili Indonesia ini juga harus dibuat dan memenuhi, atau minimal mendekati kriteria penilaian juri Oscar.

"Supaya film Indonesia tidak dipandang sebelah mata," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved