Bank DKI Klaim Transaksi Simpel Kir Kendaraan Lebih Cepat Dibanding Konvensional

Bank DKI Klaim Transaksi Simpel Kir Kendaraan Lebih Cepat Dibanding Konvensional

Bank DKI Klaim Transaksi Simpel Kir Kendaraan Lebih Cepat Dibanding Konvensional
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Mahasiswa Universitas Nasional tengah melakukan transaksi menggunakan JakOne Mobile Bank DKI di Vending Machine Kantor Pusat Bank DKI usai mengikuti edukasi perbankan yang dilaksanakan oleh Bank DKI di Jakarta, Selasa (14/5/2018). 

Bank DKI memastikan proses transaksi uji kelaikan kendaraan atau kir di tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di empat wilayah setempat hanya menelan waktu 20 menit.

Durasi ini lebih cepat dibanding uji kir konvensional yang selama ini diterapkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta selama 1-2 jam.

“Melalui aplikasi Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel PKB), maka proses uji kir kendaraan juga lebih cepat dan mudah.

Pemohon tidak perlu antre untuk bertransaksi,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini pada Selasa (17/9/2019).

Menurut dia, setelah pemohon mendaftar lewat aplikasi eKIR Jakarta Booking, mereka langsung bisa bertransaksi secara non tunai melalui JakOne Mobile, EDC, ATM Bank DKI ataupun Cash Management System (CMS) yang telah terintegrasi dengan dengan empat Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) wilayah DKI Jakarta.

Keempat UP PKB itu di antaranya Pulogadung, Ujung Menteng, Kedaung Kali Angke dan Cilincing. Simpel PKB sendiri terdiri dari lima fitur yakni Pendaftaran Booking Online melalui aplikasi e-KIR Jakarta Booking,

Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPAD), Integrasi Sistem Layanan dan Pemeriksaan Teknis, Smart Card atau Buku Uji Elektronik serta Dasboard Cek KIR, Sistem Data Monitoring (SIDAMON) PKB dan Portal PKB.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya menggandeng Bank DKI untuk mendukung penerapan smart card (kartu pintar) sebagai pengganti buku kir selama ini.

Kata dia, mulai Selasa (17/9/2019) kendaraan yang lulus uji kir tidak lagi diberikan buku, melainkan smart card.

“Sekarang sistemnya sudah digital, tidak lagi manual sehingga bisa terintegrasi secara nasional di database kami terkait data kendaraan yang diuji kir,” kata Syafrin. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved