Breaking News:

Pencemaran Lingkungan

Warga Keluhkan Pengelolaan Sampah di Perumahan Metland Cibitung Bekasi Buruk

Forum RT RW dan Badan Pengelola Lingkungan se-Metland Cibitung Bekasi mengeluhkan buruknya pengeloaan sampah di lokasi perumahan tersebut.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Forum RT RW dan Badan Pengelola Lingkungan (BPL) se-Metland Cibitung Bekasi mengeluhkan buruknya pengeloaan sampah di lokasi perumahan tersebut. 

Forum RT RW dan Badan Pengelola Lingkungan (BPL) se-Metland Cibitung Bekasi mengeluhkan buruknya pengeloaan sampah di lokasi perumahan tersebut.

Sejak tahun 2014, PT Fajar Putra Dinasti (Developer Metland Cibitung) tak memiliki lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah untuk para penghuni perumahan Metland tersebut.

Kemudian, lahan yang menjadi lokasi pembuangan sampah juga kerap berpindah lokasi.

Terakhir lokasi pembuangan sampah berada di dekat sekolah dan pemukiman warga.

Warga perumahan dipersilahkan membuang sampah di lahan itu, akan tetapi pihak pengembang tak melakukan pengangkutan sampah itu.

Hanya dibiarkan menumpuk begitu saja.

 Empat Fakta Umayah Korban Terbakar Tol Cipularang yang Sempat Dikabarkan Hilang

 4 FAKTA Menarik 4 Presiden Indonesia Sudah Meninggal: Dari Lokasi Makam sampai Lahir di Bulan Sama

 Ilham Habibie Bantah Kabar Ayah-ibunya, BJ Habibie-Ainun Donorkan Mata untuk Thareq Kemal Habibie

"Itu tentunya sangat menganggu aroma bau sampahnya, ditambah sampah-sampah dibiarkan gitu saja tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," kata salah satu pengurus forum RW Metland Cibitung Bekasi, DM, Senin (16/9/2019).

Metland Cibitung itu terdiri dari tiga RW yakni RW 20 Desa Telaga Murni, RW 22 Desa Telaga Murni dan RW 26 Desa Wanajaya.

DM yang minta namanya diinisialkan menuturkan atas kondisi itu, seluruh ketua RT, RW dan BPL se-Metland melakukan rapat koordonasi dan melakukan kesempatan untuk menyampaikan permintaan pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik.

Seharusnya, TPS menjadi kebutuhan mendasar yang harus sudah disediakan, dan menjadi kewajiban pengembang sebelum melakukan penjualan unit rumah ke konsumen yang mana itu bagian dari sarana, prasarana dan utilitas sebagaimana dalam Undang-undang No 1 Tahun 2011 ayat 2 poin D dan Peraturan Pemerintah No 14 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Pemukiman.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved