Berita Video

VIDEO: Cerita Founder Ngider Sedekah Indonesia Sempat Dikira Biayai Teroris

Ngajak satu orang untuk bersedekah saja sulit, apalagi ngajak satu kampung, tapi kami Bismillah saja," ucap Ary di Markas Ngider Sedekah, Ciracas, Jak

VIDEO: Cerita Founder Ngider Sedekah Indonesia Sempat Dikira Biayai Teroris
Warta Kota/Rangga Baskoro
Taufik Ary, Founder Sedekah Indonesia di Markas Sedekah Indonesia, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (16/9/2019). 

Langkah awal untuk memulai sebuah perubahan memang tak pernah mudah. Niat baik pun terkadang disalahartikan orang-orang yang belum memahami maksud Taufik Ary, Founder Ngider Sedekah Indonesia.

Dilatarbelakangi dengan niatan untuk mengajak masyarakat rajin bersedekah, Ary mencoba untuk menggerakkan warga di RW 09 Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, untuk aktif memberikan sedikit hartanya.

"Awalnya memang jadi tantangan berat bagi kami. Ngajak satu orang untuk bersedekah saja sulit, apalagi ngajak satu kampung, tapi kami Bismillah saja," ucap Ary di Markas Ngider Sedekah, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (16/9).

Niatan tulus Ary awalnya mendapat tanggapan positif. Pihaknya mampu mengajak 100 KK untuk membawa 'kencleng' atau media bersedekah berupa celengan yang diletakkan di rumah mereka masing-masing.

Satu bulan berjalan, pihaknya langsung mendapatkan tuduhan yang tak maib-main dari para warga yang reaktif terhadap gerakan yang dimulai Ary sejak 2018 lalu.

"Pas petugas kami kumpulin kencleng, ada yang bilang kalau dananya buat membiayai teroris, ISIS, dan lainnya. Waduh saya pikir kok ini terlalu berlebihan ya. Tapi pelan-pelan kami beritahukan lagi sistem sirkulasi pengeluaran uangnya," ucap Ary.

Setiap uang yang ditabung oleh warga di dalam kencleng akan dikumpulkan oleh saru orang koordinator yang berasal dari warga di daerah tersebut. Hal itu dilakukan agar para koordinator bisa langsung memberikan laporan keuangan kepada para pemegang kencleng.

"Sengaja kami ambil koordinatornya dari ibu-ibu di wilayah itu juga. Mungkin kan kami dibilang 'orang asing' sama warga di sini, tapi kalau sama tetangga kan ada sedikit kepercayaan antara satu dengan lainnya," katanya.

Uang dari koordinator lalu akan diberikan kepada relawan Ngider Sedekah Indonesia untuk diestimasi. Para koordinator pun diberikan laporan mengenai total uang yang disetorkannya.

Setelah mengestemasi jumlah uang, Ngider Sedekah Indonesia kemudian berdiskusi dengan koordinator guna mengetahui kebutuhan di kampung tersebut.

"Kami kumpulkan ibu-ibunya, lalu kami tanyakan, mau program apa? Misalnya kesehatan kah? Atau bimbel, dan sebagainya. Lalu, akan kami upayakan kas yang terkumpul itu untuk membiayai program. Selalu kami usahakan agar kasnya kembali jadi 0 rupiah di setiap bulannya," ujarnya.

Kini, program tersebut sudah menghasilkan sumbangan rata-rata Rp 15 juta per bulan dari 1.000 KK. Warga RW 09 Kelapa Dua Wetan pun kini dipenuhi oleh program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan mereka sendiri. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved