Breaking News:

Tersangka Suap Meikarta Laporkan Mantan Anak Buah ke Polisi

Laporan polisi Toto tercatat dengan nomor STPL/2019/IX/2019/JBR/POLRESTABES Bandung.

Antara
Foto aerial pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018). 

Eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto melaporkan mantan anak buahnya, EDS ke polisi terkait fitnah.

Toto merasa difitnah dalam kesaksian sidang memberi Suap Mantan Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp 10,5 M dalam kasus Meikarta.

Salah satu pengacara Bartholomeus Toto, Supriyadi di Jakarta, mengatakan kliennya yang merupakan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituduh dalam persidangan oleh EDS memberi suap.

Laporan polisi Toto tercatat dengan nomor STPL/2019/IX/2019/JBR/POLRESTABES Bandung.

EDS dilaporkan dengan pasal 310 KUHP tentang dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

"Kami telah melaporkan ‎yang bersangkutan ke Polrestabes Bandung atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Bartholomeus Toto. Dugaan perbuatannya sebagaimana diatur di Pasal 310 KUH Pidana sebagaimana dilakukan terlapor dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung untuk terdakwa Billy Sindoro," ungkap Supriyadi.

Menurutnya, pada sidang 14 Januari 2019 terlapor diduga memfitnah kliennya.

Pada persidangan itu, EDS menjadi saksi dan menyatakan bahwa Bartholomeus Toto menyetujui, mengetahui dan memberikan uang Rp 10,5 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk pengurusan izin Peruntukan dan penggunaan tanah (IPPT).

"Keterangan EDS itu di bawah sumpah dan mengandung fitnah, Klien kami sangat dirugikan dan terpukul dirinya dijadikan tersangka KPK, nama baiknya telah dicemarkan di publik, dan klien kami akan berjuang untuk mencari kebenaran dan memperoleh keadilan,” ujar Supriyadi.

Toto ditetapkan tersangka oleh KPK terkait setelah pengembangan dengan dugaan pemberian gratifikasi perijinan proyek Meikarta.

KPK menduga Toto telah memberikan gratifikasi sebesar Rp. 10,5 M kepada Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bekasi, untuk memuluskan IPPT proyek Meikarta.

Seperti dikutip dari Tribun Jabar, penetapan Bartholomeus sebagai tersangka, bersamaan dengan penetapan Sekda Jabar Iwa Karniwa sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap Rp 1 miliar terkait pengurusan pengesahan Raperda RDTR Pemkab Bekasi, yang juga berkaitan dengan Meikarta.

Sebagian artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Iwa Karniwa dan Bartholomeus Toto Jadi Tersangka Bersamaan, Tapi Iwa Lebih Dulu Ditahan, 

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved