Film

Menerima Tawaran Sebagai Sutradara, Tompi Mengajukan Sejumlah Syarat ke Desta dan Vincent Rompies

Tompi, pelantun Menghujam Jantungku dan Sedari Dulu tersebut, meminta syarat kepada Desta dan Vincent Rompies saat syuting film Pretty Boys.

istimewa
Poster film Pretty Boys di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). Di film itu, Desta memainkan peran utama sebagai Rahmat sekaligus produser film bersama Vincent Rompies. 

"Saya nggak mau visual film diganggu," jelas Tompi.

Tompi tidak mau jika saat membuat film Pretty Boys diganggu orang lain.

Judul Film Apa yang Berjaya Meraih Jumlah Penonton Terbanyak Sampai Awal Pekan Ini?

Judul Film Indonesia Apa Saja yang Lolos Seleksi Komite Oscar 2019?

"Saya mau cinematografinya terasa. Kayak nonton film Hollywood, kalau gelap ya gelap, kalau terang ya terang," katanya.

Syarat kedua, Desta dan Vincent Rompies sebagai produser juga tidak mencampuri detil film yang dikerjakan Tompi.

"Bagi saya, detil itu sangat penting untuk menunjang gambar dan cerita," jelas Tompi.

Tompi disela jumpa pers film Pretty Boys, film pertama garapannya sebagai sutradara, di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).
Tompi disela jumpa pers film Pretty Boys, film pertama garapannya sebagai sutradara, di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Mendengar sejumlah syarat Tompi itu, Desta dan Vincent Rompies menyatakan setuju supaya leluasa menggarap film pertamanya.

Diajukannya syarat kepada Desta dan Vincent Rompies itu bukan berarti Tompi sombong.

Tompi ingin ilmu fotografinya bisa dituangkan dalam filmnya yang rencananya ditayangkan di bioskop pada 19 September 2019.

Berikut Alasan Mengapa Film Bumi Manusia Tidak Lolos Penjurian Komite Oscar 2019

Setelah Peran Annelies Mellema dan Sedang Menunggu Film SIN, Mawar De Jongh Kenalkan Lagu Baru

"Saya juga berhak memiliki director of photography (DOP) yang saya mau. Alasan itu disetujui Desta sebagai produser," kata Tompi.

Pria kelahiran Lhoksemawe, Aceh, 22 September 1978, itu sempat kesulitan saat membuat lokasi syuting yang benar-benar real seperti yang dibayangkannya dalam cerita.

"Saya ingin semua lokasi syutingnya real," ujar Tompi.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved