Ini Mekanisme Daur Ulang Sampah Elektronik

Sampah elektronik berbahaya karena pengaruh bahan beracun berbahaya (B3) seperti timbal, merkuri, kromium, kadmium, PBDE, dan PBB.

Ini Mekanisme Daur Ulang Sampah Elektronik
istockphoto
Ilustrasi sampah elektronik. 

Racun tidak dapat didaur ulang, dan jika dibiarkan, racun akan menyebar mencemari lingkungan.

Solusinya, racun akan dicampur dan menjadi bahan untuk pembuatan semen.

Karena semen itu bersifat padat dan mengikat, racun tersebut tidak bisa menyebar.

Tarif Cukai Rokok Naik, Bagaimana Tren Cukai Rokok di Negara Anggota OECD?

Sebagian limbah juga bisa dijadikan alternatif untuk bahan bakar menggantikan batu bara.

Dalam sebuah penelitian, daur ulang e-waste di Indonesia dikatakan unik, yaitu dengan memperpanjang masa pakai dari produk elektronik yang sudah rusak dengan membawanya ke tukang servis.

Namun pada komponen yang aman, sampah elektronik bisa didaur ulang untuk menjadi barang berguna lainnya.

Tetapi memperpanjang masa pakai juga akan memperpanjang aliran e-waste dan aliran B3.

Oleh sebab itu, jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk mendaur ulang dengan lebih aman, lebih baik untuk mengumpulkan sampah elektronik tersebut pada komunitas-komunitas e-waste.

Ada Dewan Lingkungan Hidup yang menyediakan pelayanan, atau langsung kepada jasa perusahaan pengelola limbah sampah terkait.

Pemain Uang Elektronik Semakin Banyak, Perbankan Masih Bisa Mendominasi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mekanisme Daur Ulang Sampah Elektronik yang Perlu Anda Ketahui

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved