Kebakaran Hutan

Bayi Berusia 4 Bulan Meninggal Gara-Gara Karhutla, Ditemukan Bakteri di Paru-Paru, Ini 4 Faktanya

Sosok bayi 4 bulan meninggal dunia akibat Karhutla, yang diketahui ditemukan bakteri di paru-paru bayi 4 bulan tersebut.

Asap juga, terlihat berada di ruang depan dan di ruang tengah tempat jenazah Elsa disemayamkan.

Kepala dusun setempat, Suyatno yang ditemui di rumah duka mengatakan, beberapa hari terakhir ini asap akibat Karhutla di lingkungannya terasa lebih pekat, menjelang sore hingga pagi hari, asap begitu sangat terasa.

4. Biaya perawatan ditanggung sendiri

Ditengah kondisi harus kehilangan sang anak, Ngadirun dan istrinya harus mengeluarkan biaya perawatan untuk sang buah hatinya lantaran tak terdaftar dalam asuransi BPJS ataupun KIS yang dikeluarkan pemerintah.

Karena tidak memiliki jaminan kesehatan, mulai dari datang ke bidan desa, ke rumah sakit RS Sukajadi hingga ke RS Ar Rasyid, Ngadirun harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri.

"Yang dapat KIS hanya istri saya saja. Sedangkan saya dan anak saya Elsa tidak dapat, sebenarnya sudah beberapa kali diajukan ke Kecamatan tetapi tidak keluar- keluar," ujar Ngadirun dikutip dari Sripoku.com.

Sebagai seorang buruh tani yang tidak memiliki penghasilan tetap, mau tidak mau Ngadirun mengeluarkan uang yang menjadi tabungannya untuk biaya berobat sang anak.

"Namanya demi anak, uang yang ada digunakan untuk biaya berobat. Tetapi takdir berkata lain," ungkap Ngadirun lirih.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "4 Fakta Meninggalnya Bayi 4 Bulan di Sumsel, Diagnosa Pneumonia hingga Ada Bakteri di Paru-Paru"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved