Breaking News:

Kebakaran Hutan

BAYI 4 Bulan Tewas Jadi Korban Kebakaran Hutan di Sumatera Selatan, 7 Jam Sesak Napas di Rumah Sakit

Bayi 4 bulan jadi korban kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Elsa Pitaloka meninggal setelah tujuh jam dirawat karena sesak napa.

(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)
Ngadirun (34) ayah dari Elsa Pitalokas bayi berumur empat bulang yang meninggal diduga akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan ketika berada di rumah duka di Dusun III, Desa Talang Bulu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (15/9/2019). 

"Anak saya yang kecil ini usianya baru tujuh bulan, namanya Afifah. Dia tiga hari batuk-batuk. Kemudian dua kakaknya juga batuk. Suami juga batuk. Tapi, alhamdulillah setelah dibawa ke posko ini sudah mulai membaik. Kan dapat perawatan juga kita di sini," tutur Nurlela.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kamis (12/9/2019) lalu, Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) di level berbahaya terdapat di delapan wilayah.

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, dengan angka diatas 500. Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, dengan angka 473.

Duri Field, Kabupaten Bengkalis, dengan angka 481. Duri Camap, Bengkalis, dengan angka diatas 500.

Kota Dumai, dengan angka 404. Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, dengan angka diatas 500. Kecamatan Libo, Rokan Hilir, diatas 500 dan Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, dengan angka 345.

Kabut asap pekat dan udara tidak sehat menyebabkan warga takut keluar rumah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Penyebab Bayi 4 Bulan di Sumsel Meninggal, Sesak Napas Diduga Terpapar Kabut Asap"

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved