Breaking News:

Sebanyak 550 Siswa Bakal Beradu Pintar dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 di Manado

Event ini merupakan ajang paling bergengsi bagi siswa madrasah, karena menjadi agenda resmi Kementerian Agama yang rutin digelar tiap tahun.

Warta Kota/Ichwan Chasani
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin (tengah), didampingi Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar (kiri) menjelaskan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 dalam konferensi pers di kantor Kemenag Pusat, Jl. Lapangan Banteng Jakarta, Jumag (13/9/2019). 

Sebanyak 550 siswa dari 34 provinsi di Indonesia akan beradu pintar di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 yang rencananya digelar di Manado, Sulawesi Utara, 16-21 September 2019.

Event ini merupakan ajang paling bergengsi bagi siswa madrasah di Indonesia, karena menjadi agenda resmi Kementerian Agama yang rutin digelar setiap tahun.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin,  mengungkapkan bahwa KSM adalah kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sejak 2012 hingga sekarang.

“Sampai sekarang, kegiatan ini merupakan yang ke delapan. Ini merupakan puncak dari kompetisi yang sudah diselenggarakan mulai dari tingkat kabupaten kota sampai provinsi di semua jenjang, mulai MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah) hingga MA (Madrasah Aliyah),” ungkap Kamaruddin Amin dalam konferensi pers di kantor Kemenag Pusat, Jl. Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Di ajang KSM, madrasah negeri maupun swasta dalam berbagai tingkatan, saling unjuk kemampuan dalam bidang sains dan teknologi. Kegiatan itu juga mengundang peserta dari sekolah umum, yaitu SD, SMP, dan SMA baik negeri maupun swasta.

Para pemenang di level daerah akan mendapatkan tiket untuk beradu kuat maju di tingkat nasional. KSM tingkat nasional 2019 akan dibuka di Hotel Grand Kawanua Novotel, dan kompetisi akan dilaksanakan di IAIN Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Kamaruddin Amin, dengan pengelolaan yang profesional, ditambah dengan suporting pemerintah yang memadai, saat ini madrasah sudah tidak lagi terbenam dalam stigma sekolahan kelas dua.

Terintegrasi

Olimpiade sains (KSM) ini juga bukan debut satu-satunya anak madrasah dalam kancah kompetisi sains. Di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) siswa madrasah juga sudah banyak merebut penghargaan bergengsi, meskipun berhadapan langsung dengan sekolah umum ternama.

Kamaruddin menambahkan, kompetisi ini hampir sama dengan OSN, bedanya adalah penyelenggaranya Kementerian Agama, dan mata pelajaran yang dilombakan itu terintegrasi.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved