Revisi UU KPK

ISU KELOMPOK Taliban Kuasai KPK, Prof LIPI 3 Tahun Lebih Teliti di KPK Jelaskan Kondisi Sebenarnya

Kelompok Taliban kuasai KPK kini terus disuarakan kelompok tertentu. Guru besar LIPI yang 3 tahun lebih meneliti di KPK, jelaskan itu itu.

ISU KELOMPOK Taliban Kuasai KPK, Prof LIPI 3 Tahun Lebih Teliti di KPK Jelaskan Kondisi Sebenarnya
TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR
Guru Besar LIPI jelaskan isu terkait kelompok Taliban kuasai KPK. 

Polisi Taliban Vs Polisi India atau kelompok Taliban kuasai KPK kini terus disuarakan kelompok tertentu. Guru besar LIPI yang 3 tahun lebih meneliti KPK, jelaskan kondisi sebenarnya.

SERANGAN terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan dari berbagai sudut dan cara.

Setelah DPR secara bulat memilih tokoh yang dinilai melanggar kode etik sebagai ketua KPK, kini muncul tudingan KPK dikuasai kelompok Taliban.

Kelompok Taliban di KPK adalah stigmatisasi terhadap penyidik KPK yang tanpa pandang bulu melakukan penegakan hukum, melakukan operasi tangkap tangan (OTT), dan memproses sejumlah pejabat korup.

Penyebutan adanya Polisi Taliban Vs Polisi India dinilai sejumlah kalangan sebagai upaya pelemahan terhadap KPK. 

Terkait isu Polisi Taliban Vs Polisi India itu, guru besar politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun membuat cuitan khusus.

Guru Besar LIPI Prof Syamsuddin Haris tegaskan tak ada kelompok Taliban di KPK. 

Istri Bunuh Suami karena Siksaan Mental dan Fisik Bertahun-tahun, Ini Kronologinya

TRAGIS, Seorang Bocah Mungil Tewas Diserang Burung Elang, Sejumlah Anak Lainnya Luka-luka

Prof Syamsuddin Haris dan kawan-kawannya telah lebih 3 tahun melakukan penelitian di tubuh lembaga anti korupsi tersebut.

"Saya dan beberapa teman sdh lbh dari 3 thn terakhir melakukan kerjasama riset dgn rekan2 di
@KPK_RI. Tdk ada Taliban," ujar Syamsuddin Haris.

Sebutan ada kelompok Taliban di KPK atau istilah Polisi Taliban Vs Polisi India adalah upaya dari insitusi lain di Indonesia untuk melemahkan KPK sehingga kemudian bisa menguasai KPK.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved