Revisi UU KPK

Pengamat: Selamat Datang KPK Pura-pura

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sudah tamat, seiring Komisi III DPR memilih Firli Bahuri dan empat pimpinan baru KPK, dan merevisi UU KPK.

Pengamat: Selamat Datang KPK Pura-pura
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Ray Rangkuti seusai menghadiri acara Evaluasi Pemilu 2019 untuk Menuju Pilkada Tangsel 2020 di Kampoeng Anggrek, Setu, Tangerang Selatan, Rabu (26/6/2019). 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sudah tamat, seiring Komisi III DPR memilih Firli Bahuri dan empat pimpinan baru KPK, dan merevisi Undang-undang KPK.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Jumat (13/9/2019).

Kegarangan KPK dalam pemberantasan korupsi yang terlihat selama ini, menurut dia, akan menjadi kenangan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta: UUD 1945 Saja Bisa Diamandemen, Masa UU KPK Tidak Boleh?

"Tamat. Karena sudah tamat, tak perlu ada lagi komentar. Tinggal kita menyusun berbagai rangkaian kenangan manisnya saat bersama KPK lama."

"Menteri, mantan menteri, Gubernur, Bupati/walikota, anggota DPR, DPRD, ketua MK, anggota kejaksaan, hakim, semua pernah ditangkap oleh KPK lama dan didakwa karena korupsi," tutur Ray Rangkuti.

Kenangan itu adalah ketika publik biasa melihat orang jahat memang harus masuk penjara, apa pun jabatan dan pangkatnya.

Wali Kota Bekasi: Bantuan Anggaran dari Jakarta Hampir Rp 1 Triliun, Jawa Barat Cuma Rp 66 Miliar

Pun terkait optimisme, mereka yang merampok uang negara hanya menunggu waktu untuk masuk penjara.

"Masa-masa seperti ini tampaknya akan berakhir. KPK kita menuju desain sebagai KPK Pura-pura."

"Pura-pura ada pemberantasan korupsi karena lembaga dan kantornya masih eksis, tapi kewenangannya sangat tergantung pada lembaga lain," ucapnya.

INI Angka Paling Misterius! Diurutkan dari Terbesar dan Terkecil Lalu Dikurangi Hasilnya Pasti Sama

"Hendak menyadap, tanya dewan pengawas, hendak menggeledah, tanya dewan pengawas," imbuh Ray Rangkuti.

Halaman
1234
Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved