Travel

Balkonjazz Festival 2019: Bertemu Bajingan, Menari Bersama Hanoman hingga Mendengar Yura Yunita

Di kawasan Borobudur, Kementerian BUMN RI mengelola 20 Balkondes. Masing-masing Balkondes menjual keunikan masing-masing desanya.

Balkonjazz Festival 2019: Bertemu Bajingan, Menari Bersama Hanoman hingga Mendengar Yura Yunita
Dokumentasi Sinergi Nusantara
Para penari Hanoman dari Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Borobudur menarikan Hanoman Obong di Pasar Balkon yang meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019). 

Sesaat setelah turun dari VW Safari usai berkeliling di beberapa Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/92/19) siang, Pasar Balkon menyambut kami.

Pasar Balkon adalah pasar dadakan yang sengaja dimunculkan hanya satu hari untuk meramaikan Balkonjazz Festival 2019.

Dari tempat turun dari VW Safari di lapangan Desa Tuksongo, Borobudur, kami masih harus berjalan kaki 1 kilometer menuju ke panggung utama Balkonjazz Festival 2019.

Pasar Balkon yang meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019).
Pasar Balkon yang meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Di jalan utama Desa Tuksongo itu, para pedagang meramaikan Pasar Balkon. Para pedagang adalah warga di 20 Balkondes di Borobudur.

Di kawasan Borobudur, Kementerian BUMN RI mengelola 20 Balkondes. Masing-masing Balkondes menjual keunikan masing-masing desanya, mulai homestay, kerajinan hingga makanan khas.

Kami terkejut ketika berhenti di salah satu warung di Pasar Balkon itu saat mendapati nama makanan, seperti camilan, yang tidak biasa.

Bajingan, makanan khas dari Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Borobudur yang dijual di Pasar Balkon ikut meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019).
Bajingan, makanan khas dari Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Borobudur yang dijual di Pasar Balkon ikut meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

"Namanya Bajingan," kata penjual tersebut.

Kami lantas saling berpandangan dan heran sesaat mendengar nama makanan yang terbuat dari bahan utama singkong tersebut.

Mengapa nama itu yang diambil sebagai nama makanannya?

"Coba saja dicicipi lalu disantap, pasti langsung bilang, 'Bajingan uueeenaakkk tenan'," kata penjual tersebut kemudian tertawa.

Bajingan, makanan khas dari Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Borobudur yang dijual di Pasar Balkon ikut meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019).
Bajingan, makanan khas dari Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Borobudur yang dijual di Pasar Balkon ikut meramaikan Balkonjazz Festival 2019 di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)
Halaman
123
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved