Berita Video

VIDEO: Warga Keluhkan Lahan Sekolah Dijadikan Lahan Parkir Liar, Minta Dijadikan PAUD

Kondisi ini pun dikeluhkan warga sekitar. Apalagi, lahan itu merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

VIDEO: Warga Keluhkan Lahan Sekolah Dijadikan Lahan Parkir Liar, Minta Dijadikan PAUD
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Lahan sekolah yang berada di Jalan Danau Timbalo RT 20 RW 04, Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, dijadikan parkir liar. 

Sebuah lahan sekolah yang berada di Jalan Danau Timbalo RT 20/04, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat dimanfaatkan sebagai tempat parkir liar untuk sepeda motor.

Kondisi ini pun dikeluhkan warga sekitar. Apalagi, lahan itu merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Sementara, Lurah Bendungan Hilir, Rida Mufrida, mengatakan, banyak warga yang menyampaikan keluhan soal pemanfaatan lahan itu sebagai tempat pakir liar. Warga meminta agar lahan bisa digunakan yang lebih bermanfaat.

“Warga minta, daripada jadi parkir, lebih baik dijadikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Karena saat ini, PAUD yang telah berdiri masih menggunakan pos RW,” kata Rida, Kamis (12/9/2019).

Kenangan Sang Ajudan, Temani Habibie Napak Tilas Terakhir Ke Tempat Favorit Ainun

Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal Ingin Patahkan Rekor Kemenangan Kalteng Putra di Kandang Mereka

Tinggalkan Keluarga dalam Waktu Lama, BJ Habibie Sering Minta Maaf kepada Ajudannya

Rida mengungkapkan, sejauh ini lahan itu dimanfaatkan oleh siswa SMKN 19 maupun SMPN 40. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta melarang siswa membawa kendaraan pribadi ke sekolah. “Sekolah sudah melarang bawa kendaraan dan parkir di sekolah. Jadi mereka parkir di sini,” kata Rida.

Rida mengakui lahan tersebut merupakan aset milik Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat. Atas keluhan warga, Rida menjelaskan, sudah menyalurkan aspirasi warga dengan melakukan koordinasi di tingkat Pemerintahan Kota (Pemkot). “Kami akan dorong kepada yang berwenang agar lahan ini bisa dimanfaatkan oleh warga untul hal-hal yang positif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sudin Pendidikan 1 Jakarta Pusat, Slamet, mengatakan, sudah mengetahui masalah penggunaan lahan yang dijadikan tempat parkir itu. Karena itu pihaknya akan segera melakukan tindakan untuk mengamankan aset tersebut. “Segera kami akan lakukan penertiban. Nanti pemanfaatannya akan disesuaikan dengan peruntukannya sekolah SMPN 40,” katanya.

Tampung 74 Motor

Pantauan di Kamis (12/9/2019) di lahan tersebut berdiri sebuah bangunan rumah tua tak berpenghuni. Namun di halamannya terdapat puluhan, hingga hampir seratusan sepeda motor. Bahkan sepeda motor tersebut, juga dimasukkan di dalam rumah.

Tinggalkan Keluarga dalam Waktu Lama, BJ Habibie Sering Minta Maaf kepada Ajudannya

Pemkot Depok Melaksanakan Mutasi 118 ASN untuk Mengisi Jabatan Struktural dan Fungsional

Hutan di Gunung Merbabu Masih Terbakar dan Terus Membesar

Terpampang sebuah tulisan, 'Waktu Parkir 06.00 S/D 16.00'. Sementara, juga terpampang plang besi bertulisan, 'Tanah Milik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta'. Selain itu, hanya berjarak 50 meter terdapat SMKN 19 Benhil.

Darmirin, pengelola parkir tersebut mengaku sudah dua tahun belakangan mengelola parkir itu. Ia menarik tarif Rp 2.000 per motor untuk parkir. Dengan kapasitas 74 unit motor. Artinya dalam sehari ia bisa meraup hampir Rp 150.000.

"Tadinya motor parkir di pinggir jalan. Lalu saya melihat lahan itu kosong. Banyak ilalang. Daripada nanti justru jadi mengganggu, jadi tempat binatang dan sarang nyamuk, saya bersihkan. Saya tempati untuk parkir," kata Darmirin, ditemui di lokasi.

Ia menyebut penghasilannya itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun ia mengetahui bahwa lahan tersebut merupakan lahan milik Pemprov DKI. "Biasanya yang parkir anak-anak sekolah. Saya bantu mereka biar dapat parkir yang aman," katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved