Festival Film

Sebanyak 92 Film dari 28 Negara Diputar di Balinale 2019 yang Digelar di Uluwatu

Festival film yang ke-13 ini akan menayangkan 92 film dari 28 negara selama 6 hari pada 24 hingga 29 September 2019 di Jimbaran, Badung, Bali.

Sebanyak 92 Film dari 28 Negara Diputar di Balinale 2019 yang Digelar di Uluwatu
Dokumentasi Balinale 2019
Balinale 2019. 

Youmans memulai karirnya sejak berumur 17 tahun. Saat ini ia telah berumur 19 tahun dan tengah memulai pendidikannya di New York University.

Ia disebut sebagai sutradara berdarah Amerika-Afrika termuda pertama yang filmnya berhasil diputar pada New York's Tribeca Film Festival.

Di ajang tersebut, Youmans memenangkan Founders Prize pada kategori US Narrative Feature terbaik dan Best Cinematography in a US Narrative Feature Film terbaik.

Sosok Gundala Memulai Sederet Film Tentang Jagoan dan Jawara dari Cerita Bergambar Asli Indonesia

Menjadi Wakil Film Asia, Joko Anwar Bangga Gundala Diputar di Festival Film Bergensi di Toronto

Sementara Burning (Korea Selatan) disutradarai Lee Chang-dong. Ia pernah hadir di Balinale untuk pertama kalinya pada 2010 dengan karyanya berjudul Poetry.

Film terbarunya berjudul Burning mengisahkan kisah misteri yang menampilkan penulis muda (Jeon Jong-seo) yang meminta pertolongan sahabatnya (Yoo Ah-in) untuk menjaga kucing peliharaannya selama ia berlibur ke Afrika.

Saat kembali, sahabatnya mengenalkan ke seorang laki-laki misterius (Steven Yuen) yang penuh rahasia dengan hobi yang aneh.

Film Indonesia

Sedangkan Kado (Indonesia) garapan Aditya Ahmad adalah film pendek yang mengangkat topik gender yang menceritakan cerita perempuan tomboy yang diharuskan 'berhijab' oleh orang tuanya.

Kado memenangkan penghargaan kategori film terbaik pada Venice International Film Festival 2018 dan dipuji di acara Montreal’s Festival du Nouveau Cinéma 2018, hingga Valdivostok’s Pacific Meridian International Film 2018, dan Sundance Film Festival.

Dan, Perburuan (Indonesia) garapan sutradara Richard Oh menceritakan enam bulan setelah kegagalan PETA melawan Jepang, Hardo, kembali ke tempat asalnya, di Desa Blora.

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved