Kesehatan

Orang Bertubuh Tinggi Terkena Risiko Diabetes Tipe 2 Lebih Rendah Ketimbang Orang Pendek

Peneliti menyarankan bahwa dokter harus memantau risiko kardiometabolik lebih sering pada orang berperawakan pendek.

Orang Bertubuh Tinggi Terkena Risiko Diabetes Tipe 2 Lebih Rendah Ketimbang Orang Pendek
Daily Mail
Ilustrasi perempuan pendek dan lelaki tinggi 

Adiponektin adalah hormon yang memengaruhi kontrol gula darah, dan protein C-reaktif adalah penanda peradangan.

Santap Makanan Tradisional Vietnam Yuk! Ini Manfaat Pho Untuk Kesehatan Tubuh Anda

Fakta-fakta tentang Daging Kelapa dan Manfaat Buah Kelapa Untuk Kesehatan Tubuh Anda

Para peneliti menyarankan, efek menguntungkan bahwa tinggi badan pada pengurangan risiko diabetes tipe 2 kemungkinan berasal dari orang lebih tinggi memiliki kadar lemak hati lebih rendah.

Selain itu, profil risiko kardiometabolik lebih menguntungkan.

Dari temuan tersebut menunjukkan  bahwa perlunya memasukkan profil kardiometabolik, di  samping tinggi badan, sebagai prediktor risiko diabetes.

Peneliti menyarankan bahwa dokter harus memantau risiko kardiometabolik lebih sering pada orang berperawakan pendek.

Bahkan jika ukuran dan komposisi tubuh mereka menunjukkan sebaliknya.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa intervensi dini untuk mengurangi risiko metabolik terkait tinggi badan perlu dilakukan.

Orang sepanjang hidupnya perlu fokus pada faktor penentu pertumbuhan saat periode sensitif selama kehamilan, anak usia dini, pubertas, dan dewasa awal, serta perbedaan jenis kelamin. (Medical News Today)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved