Transportasi

Kecepatan di Stasiun Tambun Hanya 40 Km/Jam, PT KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Permohonan Maaf

PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan karena pembatasan kecepatan di wilayah Tambun sejak

Kecepatan di Stasiun Tambun Hanya 40 Km/Jam, PT KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Permohonan Maaf
Ilustrasi : Stasiun Tambun, Bekasi. 

PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan karena pembatasan kecepatan di wilayah Tambun sejak Kamis (12/9/2019).

Pembatasan kecepatan disebabkan karena adanya proses pekerjaan double double track (DDT), berupa pengoperasian track baru di Stasiun Tambun.

"Pekerjaan DDT sepanjang lintas Cikarang hingga Manggarai, merupakan bagian dari program pengembangan infrastruktur yang saat dilakukan oleh Satuan Kerja (Satker) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan," kata Eva Chairunisa, Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, dalam siaran pers-nya, Jumat (13/9/2019).

Selain DDT, lanjut Eva, pengembangan infrastruktur juga dilakukan melalui pembangunan Stasiun Manggarai.

Yaitu agar dapat mengakomodir integrasi antarmoda Kereta Api seperti Kereta Api Jarak Jauh, KRL dan KA Bandara.

 Xanana Gusmao Cium Kening Habibie, Kisah Timor Leste Tunjukkan Habibie Tak Tergiur Kekuasaan

 MAHFUD MD Sebut Aneh Jika Presiden Keluarkan Supres Terkait Revisi UU KPK, Sebut Dasarnya UU Ini

 IRJEN Firli Jadi Ketua KPK, Fahri Hamzah Langsung Bikin Kultwit: yang Masih Bergaya LSM Keluar!

 Detik-detik BJ Habibie Meninggal Dunia, Cucu Keponakan Melanie Subono: Eyang Pergi dengan Tenang

Pembangunan DDT tersebut juga dilakukan agar jumlah perjalanan kereta dapat terus ditingkatkan.

"Saat ini track di Stasiun Tambun sudah dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan 40 km/jam. Pada Jumat 13 September 2019 diupayakan Kelambatan waktu perjalanan kereta pada lintas tersebut akan semakin berkurang dan dapat dinormalkan kembali," jelasnya.

Para pengguna jasa Kereta Api, diharapkan dapat memahami kondisi tersebut.

 Inilah Penyakit yang Diderita BJ Habibie Sebelum Meninggal, Sempat Ditangani 44 Dokter Spesialis

Mengingat pekerjaan yang dilakukan, merupakan bagian dari proses pengembangan infrastruktur, untuk peningkatan layanan Kereta Api kedepannya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved