Ganjil Genap

Dishub DKI Ungkap Rata-rata Jumlah Pelanggaran Ganjil Genap

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkapkan jumlah rata-rata pelanggaran yang terjadi selama penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan.

Dishub DKI Ungkap Rata-rata Jumlah Pelanggaran Ganjil Genap
Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Sejumlah kendaraan ditilang petugas kepolisian di hari pertama ganjil genap di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Senin (9/9/2019). 

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkapkan jumlah rata-rata pelanggaran yang terjadi selama penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, jumlah pelanggaran yang dilakukan para pengendara selama tiga hari penerapan perluasan ganjil genap fluktuatif.

“Flukuatif, rata-rata 1.800 per hari,” ungkap Syafrin, Rabu (12/9).

Syafrin mencontohkan pelanggaran pada Rabu (12/9) berkurang karena tiga ruas jalan yakni Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT. Haryono tidak ada ganjil genap untuk pagi hari.

“Lebih rendah karena ada tiga ruas yang tidak diberlakukan deket TMP, karena kita memberikan ksempatan kepada warga untuk takziyah,” ucapnya.

 Xanana Gusmao Cium Kening Habibie, Kisah Timor Leste Tunjukkan Habibie Tak Tergiur Kekuasaan

 MAHFUD MD Sebut Aneh Jika Presiden Keluarkan Supres Terkait Revisi UU KPK, Sebut Dasarnya UU Ini

 IRJEN Firli Jadi Ketua KPK, Fahri Hamzah Langsung Bikin Kultwit: yang Masih Bergaya LSM Keluar!

 Detik-detik BJ Habibie Meninggal Dunia, Cucu Keponakan Melanie Subono: Eyang Pergi dengan Tenang

Sementara itu titik pelanggaran ganjil genap juga bervariasi dimana hampir seluruh ruas jalan ditemukan adanya pengendara yang tidak mematuhi peraturan tersebut.

“Variatif, hampir semua karena koridornya itu tidak hanya di dalam kota. Ada dari luar, Pramuka dari timur, kemudian Salemba dari timur, Fatmawati dari selatan, Gunung Sahari dari utara, S. Parman dan Tomang dari barat,” ucapnya.

Syafrin memastikan pelanggaran yang masih ditemukan itu bukan disebabkan karena kurangnya sosialisasi. Banyak di antara para pengendara yang nekat menerobos karena alasan tertenty.

“Tidak, jadi dari wawancara pihak kepolisian ada pengemudi yang menyampaikan diperintah atasan hingga tetap menerobos, artinya sudah paham,” katanya.

 Inilah Penyakit yang Diderita BJ Habibie Sebelum Meninggal, Sempat Ditangani 44 Dokter Spesialis

“Sehingga saat ditindak polisi kenapa melanggar, mereka jawab diperintah pimpinan untuk tetap jalan, jadi artinya mereka sudah tahu, tapi coba-coba untuk bisa lolos, ternyata nggak,” sambungnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved