Bisnis Waralaba Bergairah, Berikut Penjelasan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia

Geliat bisnis waralaba di Indonesia mulai bangkit kembali pasca berakhirnya Pemilu 2019 pada bulan April lalu.

Bisnis Waralaba Bergairah, Berikut Penjelasan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Meskipun brand waralaba yang diusung asal negara lain, namun pengelolaannya ditangani langsung oleh pelaku usaha Indonesia dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Brand-nya memang dari luar, tapi semua operasional dijalankan oleh lokal. Dan yang menjalankan bisnisnya ya orang Indonesia, bahan baku ambil dari Indonesia, menyerap tenaga kerja dari Indonesia juga. Ini yang menggerakkan perekonomian," kata Levita.

Perizinan Terbaru Bisnis Waralaba Akan Disosialisasikan

Ia melihat dari sisi jumlah brand, waralaba lokal tetap masih lebih unggul dibanding jumlah brand waralaba asing.

Pasalnya, waralaba di kota-kota lain juga mulai bermunculan.

Akan tetapi jika dilihat dari jumlah gerai, brand waralaba asing memang lebih mendominasi.

"Brand asal Indonesia juga ada yang sudah menembus pasar luar negeri. Seperti di Malaysia, ada restoran makanan Padang yang ramainya luar biasa. Lalu di Arab Saudi juga mereka tertarik dengan restoran Indonesia. Sektor kuliner paling banyak dicari," kata Levita.

Hal senada juga dilontarkan oleh Burang Riyadi, Partner & Founder International Franchise Business Management (IFBM).

Ia mengatakan, waralaba asing yang banyak terjun ke pasar internasional bisa menjadi sumber pembelajaran bagi brand lokal.

Mengingat ilmu tentang waralaba tidak didapatkan dalam pendidikan formal.

"Di Indonesia belajar seputar bisnis waralaba ya dari pengalaman. Enggak ada sekolah franchise. Jadi akan lebih bagus kalau kita belajar dari waralaba asing," kata Burang.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved