Kamis, 21 Mei 2026

Pasar Uang

Berikut Penjelasan Analisis soal Nilai Tukar Rupiah

Satu pekan ini, kurs rupiah kembali perkasa terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Satu pekan ini, kurs rupiah kembali perkasa terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Banyaknya sentimen positif dari eksternal memicu penguatan yang terjadi pada mata uang garuda.

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir Kontan, kurs rupiah pada akhir pekan ini ditutup di level Rp 13.967 per dolar AS, menguat 0,19 persen dibanding sehari sebelumnya. Selama sepekan, rupiah menguat 0,95 persen.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia rupiah terhadap dolar AS menguat 0,72 persen dibanding sehari sebelumnya.

Nilai Tukar Rupiah Masih Perkasa, Berikut Perjalanan Rupiah dari Pagi Hingga Jelang Sore Hari

Selama sepekan, rupiah menguat 1,34 persen ke level Rp 13.950 per dolar AS.

Analis Monex Investindo, Faisyal, mengatakan, sentimen global mendominasi penguatan rupiah selama sepekan.

Ia mengatakan, sentimen utamanya datang dari situasi perang dagang antara AS dan China.

Saat ini kedua negara tersebut sedang memberikan kelonggaran mengenai kebijakan tarif impor sehingga menyebabkan situasi perang dagang melunak.

Berikut Pergerakan Harga Emas dari Pagi Hingga Sore Hari

“Data dari domestik sedikit, sehingga sentimen utamanya datang dari global terutama situasi perang dagang,” kata Faisyal.

Selain itu, Faisyal mengatakan, penguatan rupiah pada pekan ini mendapat pengaruh dari kebijakan moneter bank sentral Eropa.

Bank Sentral Eropa pada tengah pekan lalu memberikan kelonggaran moneter sehingga memberi sentimen positif bagi pergerakan mata uang garuda.

Ia mengatakan, ada pengaruh dari harga minyak mentah yang terkoreksi sehingga rupiah ikut bangkit.

“Investor kembali ke aset-aset berisiko seperti rupiah,” ujar Faisyal

Bisnis Waralaba Bergairah, Berikut Penjelasan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia

Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, sependapat bahwa sentimen utama rupiah pada pekan ini dikarenakan perang dagang AS dan China yang melunak.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda kebijakan tarif impornya terhadap China memberikan optimisme bagi pelaku pasar.

Ia mengatakan, hal ini menyebabkan penguatan tidak hanya terjadi pada mata uang rupiah melainkan pada mata uang asia lainnya.

“Membuka keyakinan bagi investor kemungkinan adanya negosiasi lanjutan sehingga investor kembali ke aset yang berikan return terbaik,” ujar Reny.

Berbeda dengan pekan ini, Reny dan Faisyal sepakat pekan depan banyak data rilis yang banyak mempengaruhi pergerakan rupiah.

Faisyal mengatakan, beberapa bank sentral akan mengeluarkan kebijakan moneter.

Pameran Indonesia Diecast Expo di ICE BSD, Ada Miniatur Edisi Terbatas

Sedangkan Reny mengatakan, adanya data rilis mengenai neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus yang diekspektasikan surplus.

Dengan berbagai data yang akan rilis pekan depan, Reny dan Faisyal memperkirakan rupiah akan melanjutkan penguatan pada pekan depan.

Faisyal memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.880 - Rp 14.150 per dolar AS.

Reny menyatakan, rupiah akan menguat di kisaran Rp 13.850 - Rp 14.080 per dolar AS.

Kenapa Bill Gates Iri dengan Sifat Steve Jobs?

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Sentimen eksternal picu rupiah perkasa pekan ini

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved