Berita Video

VIDEO: Maliq & DEssentials Bawakan Lagu Terbaru "Senja Teduh Pelita"

Selain menghadirkan single lagu dari album-albumnya, ada sebuah lagu baru berjudul Senja Teduh Pelita yang ditampilkan dalam audio visual.

VIDEO: Maliq & DEssentials Bawakan Lagu Terbaru
Dokumentasi Bambang E Ros
Band Maliq & D'Essentials bersama Steve Lillywhite dan Once Mekel meluncurkan album DVD special edition di Restoran KFC Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). 

Maliq & D'Essentials telah mewarnai industri musik tanah air selama 17 tahun dan memiliki banyak penggemar lantaran lagu-lagu bergenre jazz yang dibawakan memiliki ciri khas tersendiri.

Merayakan eksistensinya, group ini meluncurkan DVD spesial edition. Selain menghadirkan single lagu dari album-albumnya, ada sebuah lagu baru berjudul Senja Teduh Pelita yang ditampilkan dalam audio visual.

Band yang yang beranggotakan Angga Puradiredja dan Rivani Indriya Suwendi atau Indah (vokal), Lale (gitar), Ilman Ibrahim (keyboard), Widi Puradiredja (drum), dan Jawa (bas) telah mempersiapkan album ini sejak akhir tahun lalu.

"Kita mulai ngobrol itu sejak November 2018. Kita bicarain kira-kira apa yang bisa buat berkesan di usia band ke 17 ini. Kemudian ada jalan untuk ke situ (membuat kumpulan lagu di DVD)," ujar Angga di sela peluncuran DVD di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

Video berisi lagu dengan lokasi pengambilan gambar di London, Inggris. Proses recording lagu juga dilakukan di kota yang sama yakni di Abbey Road Studio.

Album DVD yang bekerjasama dengan Jagonya Musik dan Sport Indonesia ini dilabeli Maliq & D'Essentials: Essential Hits Rocorded Live in London

Angga menyebutkan, tantangan dalam pembuatan album DVD tersebut, yakni bagaimana membuat puluhan lagu dalam 12 audio visual di album tersebut mampu mewakili 17 tahun group itu berkarya.

Berbagai proses dilalui, termasuk rekaman dan pengambilan video yang mereka lakukan sembari liburan.

"Jadi ini adalah sebuah album yang spesial karena bukan musik aja yang ditonjolin tapi ada audio visualnya bukan di Indonesia tapi di studio legendaris dunia," katanya.

"Kalau yang bikin deg-degan sih post productionnya ya. Bagaimana memadukan audio dan visualnya agar selaras. Untuk proses pengambilan gambarnya sendiri ga terlalu jadi hambatan, karena kita kan juga dalam suasana liburan di sana. Jadi enjoy," kata Angga.

Band ini pertama kali merilis album di industri musik pada tahun 2004 dan terakhir pada 2017. Band ini tercatat sejak tahun 2005 hingga yang pada tahun 2018 nama grup musik ini selalu hadir di panggung event musik Java Jazz besar.

Steve Lillywhite selaku CEO Jagonya Musik dan Sport Indonesia mengungkapkan, kerjasama yang dilakukan lantaran pihaknya melihat kualitas dan eksistensi group band itu yang cukup mampu diterima masyarakat.

"Saya harap ini menjadi permulaan yang bagus untuk kedepannya," tandasnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved