Kesehatan

Tangani Tunggakan Peserta dengan Crowdfunding, BPJS Kesehatan Jakarta Utara Gandeng Swasta

Program crowdfunding merupakan upaya untuk mengatasi masalah tunggakan peserta dengan meminta bantuan masyarakat maupun swasta.

Tangani Tunggakan Peserta dengan Crowdfunding, BPJS Kesehatan Jakarta Utara Gandeng Swasta
Istimewa
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Utara Parasamya Dewi Cipta (kanan) dan Direktur PT Indo Astar Utama Fenny Wongkar (kiri) menjalin kerja sama dalam program crowdfunding untuk mengatasi tunggakan PBPU. 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Utara menggandeng perusahaan swasta untuk menangani tunggakan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan program crowdfunding.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Utara Parasamya Dewi Cipta mengatakan, program crowdfunding merupakan upaya untuk mengatasi masalah tunggakan peserta dengan meminta bantuan masyarakat maupun swasta.

“Ini adalah program yang melibatkan partisipasi masyarakat mulai dari individu, kelompok atau lembaga hingga perusahaan,” kata Parasamya, Kamis (12/9).

Wacana Iuran BPJS Naik, Pemohon Kartu Sehat Kota Bekasi Meningkat 100 Persen

Sherly Annavita Kembali Kritik Jokowi Sekarang Soal Utang BPJS dan BUMN Nyaris Bangkrut

Tunggak Iuran BPJS Kesehatan Hingga Rp 9 Miliar, Kelurahan Mekarjaya Keluarkan Surat Pemberitahuan

Parasamya menambahkan, dengan crowdfunding, maka individu maupun kelompok yang tertarik ikut membantu akan melunasi tunggakan PBPU sesuai dengan kemampuan keuangannya.

“Di sini tidak ada batasan minimal harus menyumbang berapa, yang penting komitmen mau donasi berapa banyak, dan berapa orang yang mau dibayarkan, nanti dibikin perjanjian kerja samanya,” ucapnya.

Sejauh ini ada satu perusahaan swasta yakni PT Indo Astar Utama yang memanfaatkan crowdfunding.

Perusahaan yang bergerak di bidang optik itu akan melunasi tunggakan PBPU hingga Desember 2019.

Ternyata Ini Keuntungan yang Didapatkan Jika Disiplin Dalam Membayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

TERUNGKAP Video Ria Irawan Dirawat di RSCM Pakai BPJS Kesehatan Kelas 3 Bikin Terharu

BPJS Kesehatan Defisit, Ombudsman: Harusnya Negara Tanggung Jawab, Bukan Dibebankan ke Peserta

“Nilai perjanjiannya Rp 8,1 juta dengan jangka waktu hingga bulan Desember 2019 mendatang untuk 34 jiwa tertanggung dari 16 kepala keluarga,” ujar Parasamya.

Direktur PT Indo Astar Utama Fenny Wongkar mengatakan, pihaknya tertarik program crowdfunding karena memiliki visi misi yang sama dengan BPJS Kesehatan Jakarta Utara.

“Bagaimana supaya masyarakat Indonesia punya tingkat kesehatan yang tinggi. Selain itu sebagai praktisi kesehatan tentunya ingin melayani masyarakat semaksimal mungkin,” katanya.

Selain itu, Fenny beralasan program tersebut membuat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) pihaknya lebih tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.

“Kalau begini langsung tepat sasaran, masyarakat sudah jelas yang dapat manfaat sampai akhir tahun 2019 nanti,” ungkap Fenny.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved