Revisi UU KPK

Restu Revisi UU KPK di Hari Kematian BJ Habibie, Indonesia Disebut Punya Dua Duka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengirim Surpres (Surat Presiden) untuk Revisi Undang-undang KPK

Restu Revisi UU KPK di Hari Kematian BJ Habibie, Indonesia Disebut Punya Dua Duka
Warta Kota/Henry Lopulalan
Masyarakat yang ikut aksi solidaritas Selamatkan KPK berunjuk rasa di Gedung KPK, Jalan Rasuna Persada, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019). 

Bahkan Ernest menganggap Surpres tersebut membuatnya trauma untuk berkomentar lagi soal politik.

“Dapet perspektif lain soal presiden vs. DPR soal KPK. Sayangnya nggak bisa gw ceritain. Emang udah bener gw jangan masuk politik, kusut bener dah,” jelas Ernest.

Hal yang ditakutkan kejadian

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan surat presiden (surpres) kepada DPR, untuk melanjutkan pembahasan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mengetahui hal tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif merespons dengan penuh kekecewaan.

"Yang dikhawatirkan oleh KPK akhirnya tiba juga. Surat Presiden tentang Persetujuan Revisi UU KPK telah dikirim ke DPR."

"KPK pun tidak diinformasikan pasal-pasal mana saja yang akan diubah. Apakah adab negeri ini telah hilang?" kata Laode M Syarif kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Tindakan selanjutnya, ujar Laode M Syarif, pimpinan KPK akan minta bertemu pemerintah dan DPR.

Mereka ingin meminta penjelasan terkait masalah ini.

"KPK juga menyesalkan sikap DPR dan pemerintah yang seakan-akan menyembunyikan sesuatu dalam membahas revisi UU KPK ini."

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved