Hukum dan Kriminal

Puluhan Pengusaha Muda Kecewa, Sidang Tuntutan Dugaan Penipuan Dosen Harvard Palsu Ditunda Lagi

KECEWA serta kesal masih dirasakan puluhan pengusaha muda di Pengadilan Negeri 1 Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (11/9/2019).

Puluhan Pengusaha Muda Kecewa, Sidang Tuntutan Dugaan Penipuan Dosen Harvard Palsu Ditunda Lagi
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Victor, salah satu korban kasus penipuan yang dilakukan oleh Rudy Gunawan, seorang dosen palsu yang mengaku lulusan Harvard University, di Pengadilan Negeri 1 Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (11/9/2019). 

"Kami semua korban-korban GKM IBS ini juga menunggu dari putusan hakim yang seadil-adilnya, karena di sini kami mengalami kerugian materil dan kami juga meminta kejelasan tentang status sekolah ini."

RASA KECEWA masih dirasakan puluhan pengusaha muda di Pengadilan Negeri 1 Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (11/9/2019).

Mereka kecewa lantaran sidang tuntutan atas kasus penipuan yang dilakukan oleh Rudy Gunawan seorang dosen palsu, kembali ditunda Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kekecewaan tersebut seperti dirasakan oleh Victor S Bachtiar (28). Dirinya menyebut kasus penipuan berkedok sekolah bisnis, yakni Garuda Kirana Mahardhika International Business School (GKM IBS) itu harus segera diselesaikan.

Sebab, pengusaha muda asal Bandung, Jawa Barat itu berharap agar kasus tersebut tidak berlarut menyita waktunya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Sindikat Pemalsu Buku Kir untuk Truk Angkutan Barang

Satpol PP Segel Sebuah Kostel di Setu Kota Tangerang Selatan, Diduga Salahi Aturan Perizinan

Pungut Tarif Parkir Rp 20.000 di Pameran Flona Lapangan Banteng, Jukir Ini Terancam 3 Bulan Penjara

Selain itu, lewat penyelesaian kasus, dirinya berharap agar aksi penipuan yang dilakukan oleh Rudy Gunawan tidak kembali terulang.

Mengingat, aksi Rudy Gunawan yang sempat mengaku sebagai seorang lulusan Universitas Harvard itu telah menjerat puluhan pengusaha muda seperti dirinya.

"Kita kecewa dan inilah yang kita nanti-nanti, proses tuntutan yang mana nantinya kita menunggu proses putusan," tuturnya.

"Kami semua korban-korban GKM IBS ini juga menunggu dari putusan hakim yang seadil-adilnya, karena di sini kami mengalami kerugian materil dan kami juga meminta kejelasan tentang status sekolah ini," imbuh Victor kepada wartawan di Pengadilan Negeri 1 Jakarta Selatan pada Rabu (11/9/2019).

"Dan jangan sampai, orang-orang di luar sana turut menjadi korban," tambah Yudi (40) korban lainnya asal Bandung, Jawa Barat.

Kota Depok, Pelopor Pembelajaran Berbasis Teknologi Melalui Program e-Sabak Sekolah

Numpang Pakai Ganja di Rumah Teman, Pemuda Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tersandung Saat Menyeberang Rel di Penjaringan, Seorang Guru Ngaji Tewas Mengenaskan Dihajar KA

Belum rampung

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved