Hukum dan Kriminal

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Sindikat Pemalsu Buku Kir untuk Truk Angkutan Barang

APARAT kepolisian Polres Tanjung Priok menangkap sindikat pemalsu buku kartu uji kendaraan bermotor atau uji kir (Bahasa Belanda 'keur').

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Sindikat Pemalsu Buku Kir untuk Truk Angkutan Barang
Istimewa
PARA tersangka kasus pemalsuan buku kir dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019). 

Dari penangkapan pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 30 buku kir kosong, 1.500 lembar plastik laminating stiker masa berlaku kir, dan 1.190 lembar kertas stiker masa berlaku kir.

APARAT kepolisian Polres Tanjung Priok menangkap sindikat pemalsu buku kartu uji kendaraan bermotor atau uji kir (Bahasa Belanda 'keur') yang diedarkan untuk truk angkutan barang.

Para pelaku yang diamankan berinisial ID (45), IZ (47), AS (47), dan DP (35).

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, keempat pelaku ini memiliki peran berbeda dalam aksi sindikat pemalsuan buku kir tersebut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya ID beserta barang bukti buku kir yang diduga palsu pada Agustus 2019 lalu di wilayah Koja.

Satpol PP Segel Sebuah Kostel di Setu Kota Tangerang Selatan, Diduga Salahi Aturan Perizinan

Tersandung Saat Menyeberang Rel di Penjaringan, Seorang Guru Ngaji Tewas Mengenaskan Dihajar KA

BJ Habibie Meninggal Dunia, Wahidin Ajak Masyarakat Banten Kibarkan Bendera Setengah Tiang

BARANG bukti kasus pemalsuan buku kir ditunjukkan dalam jumpa pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019).
BARANG bukti kasus pemalsuan buku kir ditunjukkan dalam jumpa pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019). (Istimewa)

ID sendiri diketahui berperan sebagai orang yang menawarkan buku kir palsu kepada sopir atau pemilik truk angkutan barang.

"Pelaku ID setelah kita amankan mengaku mendapatkan buku kir palsu dari biro jasa. Kita kembangkan dan menangkap IZ," ujar Argo di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019).

Adapun IZ berperan sebagai biro jasa yang menyampaikan kepada konsumen bahwa bisa mendapatkan KIR dengan mudah. Sementara, kir palsu diedit oleh pelaku lainnya, AS.

"Dia berperan mengisi data di buku kir palsu tersebut. Kemudian dia juga ngeprint atau mencetak itu si AS juga. Dia isi data dan juga ngeprint buku KIR," jelasnya.

Sementara itu, pelaku lainnya, DP ditangkap dengan peran sebagai orang yang mendapatkan blanko dan buku KIR kosong. 

Lalu, dikembangkan DP mendapatkan barang tersebut dari distributor PT MCE dengan menjadi anggota Dishub gadungan.

Barang bukti

Adapun, dari penangkapan pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 30 buku kir kosong, 1.500 lembar plastik laminating stiker masa berlaku kir, dan 1.190 lembar kertas stiker masa berlaku kir.

Atas kasus ini, keempat pelaku akan dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat yang diancam hukuman 6 tahun penjara. (M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved